Penyebab Internet di Indonesia Lambat

By on June 2, 2013
Penyebab Internet di Indonesia Lambat-2

Internet sudah menjadi lifestyle-nya orang modern di jaman canggih ini. Mungkin, jika 3 kebutuhan dasar manusia ditambah, internet mungkin berada di bawah posisi empat setelah sandang, pangan, dan papan sebagai kebutuhan dasar manusia. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa manusia jaman sekarang sangat membutuhkan internet.

Tak terkecuali di Indonesia di mana pengaruh dari luar datang dan gampang sekali diterima oleh masyarakatnya. Internet sudah menjadi santapan pendamping nasi dan sagu. Setiap hari, penduduk Indonesia pasti mengakses internet. Bahkan pengguna internet di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, mulai dari anak-anak hingga remaja, bahkan para orang tua yang sudah lanjut usia pun tidak mau ketinggalan.

Akan tetapi, meskipun pengguna internet di Indonesia sangat banyak layaknya lumut yang menempel saat musim penghujan di tepian sumur, kenyataannya, kecepatan internet di Indonesia termasuk ke dalam kategori lambat. Lho?

Kecepatan Internet di Indonesia

Kecepatan internet di Indonesia lambat memang sudah menjadi rahasia umum. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya, kecepatan koneksi internet Indonesia berada pada peringkat 115. Bahkan, kecepatan internet di Indonesia ini diklaim sebagai yang terlambat se-Asia. Menurut Setyanto P Santosa selaku Ketua Umum Masyarakat Telekomunikasi Indonesia, peringkat kecepatan internet Indonesia menurun. Sekitar tahun 1970-an sampai 1980-an, kecepatan internet di Indonesia berada di peringkat pertama dibandingkan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Akan tetapi, sekarang kecepatan internet Indonesia berada di bawah empat negara tersebut.

Mengapa Lambat?

Penyebab Internet di Indonesia Lambat-1

Sebenarnya jaringan telekomunikasi di Indonesia sudah direncanakan untuk dikembangkan sejak tahun 1966 lalu, di bawah naungan program yang diberi nama Program Nusantara 21. Isi program ini adalah mengembangkan jaringan telekomunikasi kanal lebar di Indonesia dengan menggunakan kabel serat optik. Namun, program itu belum terealisasi hingga sekarang.

Indonesia saat ini masih menggunakan 95% jaringan nirkabel. Jaringan nirkabel ini lebih banyak melibatkan satelit dan sistem seluler. Menurut Setyanto, tidak hanya penerimaan data seperti gambar dan video yang buruk, akan tetapi juga komunikasi suara.

Padahal, di negara-negara maju, layan telekomunikasinya hampir 60% sudah menggunakan kabel serat optik. Karena itulah koneksi internet mereka bebas gangguan, cepat, serta mempunyai daya kapasitas tinggi.

Jika hal ini terus dibiarkan, Indonesia akan menghadapi masalah baru, setelah baru saja berencana akan memiliki tentara cyber akibat banyaknya hacker, yakni ketimpangan pelayanan komunikasi dan informasi di tren telekomunikasi era ini dibandingkan dengan negara-negara lain, terutama di kawasan ASEAN. Karena itulah, untuk mencari solusi, ASEAN Chief Information Officer Forum II akan diselenggarakan pada bulan Juni ini untuk membahas beberapa masalah, termasuk layanan telekomunikasi di kawasan ASEAN. Selain itu, juga akan dibahas tentang program-program layanan telekomunikasi baru yaitu penerapan satu sistem operasi (platform) dan program ASEAN Go Open Source.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *