Penjahat Cyber Usik Pertemuan G20

By on September 9, 2013
4c Penjahat Cyber Usik Pertemuan G20

Saat ini banyak penjahat cyber yang tengah melakukan aktivitasnya untuk menggagalkan berbagai macam rencana yang dilakukan oleh kepala tertinggi Negara. Hal ini terbukti pada saat diadakan acara pertemuan bagi kepala tertinggi Negara di G20. Acara ini rencananya akan berlangsung di Saint Peterburg, Rusia, namun ternyata acara ini pun menjadi umpan yang lezat bagi penjahat cyber untuk melakukan aksinya.

Maka dari itu, para pengguna internet diwajibkan untuk waspada terhadap hal yang satu ini, untuk itu tidak lama lagi Indonesia akan memiliki tentara cyber. Menurut analisa yang dilakukan oleh Perusahaan Keamanan Symantec, para pelaku penjahat cyber ini memanfaatkan unsur visibilitas yang ada di pertemuan yang diadakan oleh para petinggi Negara untuk menyerang orang atau obyek yang mereka target.

Penjahat Cyber Terkenal Hebat dalam Melakukan Aksinya

Dalam hal ini, tentu saja akan bisa muncul berbagai kerugian yang bisa terjadi. Target dari penjahat cyber ini juga beraneka ragam. Mereka biasanya menargetkan institusi keuangan, dan juga organisasi pemerintahan yang ada di Negara tertentu. Dalam hal ini, penjahat cyber tentunya memiliki tujuan sendiri kenapa mereka melakukan hal tersebut. Yang jelas, mereka melakukan kejahatan ini untuk mencapai hasil yang menurut mereka bisa membuatnya puas.

Ini juga merupakan bentuk kerugian dari semakin berkembangnya teknologi yang semakin canggih saat ini. Tidak semua orang menggunakannya untuk kebaikan, namun masih ada saja beberapa pihak yang menggunakannya untuk merugikan orang lain dan bahkan ada yang sampai merusak sistem di organisasi ekonomi, yang mana diserang oleh penjahat cyber dengan brutal.

4d Penjahat Cyber Usik Pertemuan G20

Email Berisikan Poison Ivy dan Trojan

Dalam hal ini, para penjahat cyber juga melakukan aksi yang cukup unik. Mereka mengirimkan sebuah Email yang mengatasnamakan sebagai perwakilan dari G20. Selanjutnya, mereka juga membuat format file tersebut dalam bentuk Rar sehingga tidak mencurigakan saat dibuka. Korban pun pastinya akan merasa bahwa dokumen yang mereka miliki tersebut ternyata tidak berbahaya. Yang menarik dari dokumen yang dikirim oleh para penjahat cyber ini adalah setiap file yang mereka kirim ternyata memiliki fitur berupa track changes yang mana berisikan berbagai jenis komentar yang berasal dari inggris.

Setelah diteliti oleh Pihak Keamanan Symantec, ternyata file yang berekstensi Rar tersebut mengandung unsur Bakdoor Darkmoon. Ini merupakan salah satu virus yang sering menjangkiti komputer Windows dengan tipe Trojan, yang akan bisa menginfeksi data dari pemerintahan dan organisasi keuangan dengan mudah. Bahkan jika sudah menyebar ke sistem utama, virus ini akan bisa menghancurkan semua data yang ada pada sistem administrator. Hal serupa sebenarnya sudah sering terjadi. Pihak Symantec telah melaporkan bahwa kejahatan cyber yang terjadi ini semakin gencar dimulai pada tahun 2011 dan semakin gencar lagi berdatangan hingga saat ini. Email yang berisikan File Rar tersebut juga ternyata dideteksi memiliki fitur berupa Poison Ivy yang sama bahanya dengan Trojan.

4e Penjahat Cyber Usik Pertemuan G20

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *