Paving Block Anti Polusi

By on July 14, 2013
Smog eating paving stones form a bicycle lane on Blue Island Ave, which Chicago city officials havce dubbed the greenest street in America, are seen on April 1, 2013 in Chicago, Illinois. The $14 million project to reshape two miles of Blue Island and Cermak also includes streetlights lights that run on solar and wind power, sidewalks made with recycled concrete, and shrub-filled 'bioswales' to keep storm water out of overtaxed sewers.AFP PHOTO/MIRA OBERMAN        (Photo credit should read MIRA OBERMAN/AFP/Getty Images)

Polusi Udara

Karena semakin banyaknya pengguna kendaraan bermotor, terutama di kota-kota besar, polusi udara sering sudah berada di atas batas normal. Lihat saja di Jakarta. Sebagai ibukota Negara Indonesia, kota yang satu ini sudah sangat penuh dengan kendaraan bermotor sehingga kemacetan sudah menjadi hal yang wajara bagi para penghuni kota setiap harinya. Dalam kemacetan, hampir tidak ada pengemudi yang mematikan mobilnya, sehingga selama berjam-jam, mobil-mobil tersebut masih saja mengepulkan asap penuh polusi. Walalupun berbagai usaha telah dilaksanakan, seperti program 3 in 1 atau tiga orang dalam satu mobil, tapi tetap saja Jakarta masih menjadi salah satu penghasil polusi terbesar Indonesia. Ini baru kota Jakarta saja, bagaimana jika digabungkan dengan berbagai kota besar di belahan dunia lainnya, berapa banyak polusi yang kita hasilkan sampai pemanasan global sudah semakin terasa saja?

Penemuan Terbaru Pengurang Polusi

Paving Block Anti Polusi-2

Banyak ilmuwan menyadari betapa pentingnya untuk dapat mengurangi polusi, terutama dari berbagai kota besar di dunia. Seorang ilmuwan yang berasal dari Eindhoven University of Technology di Belanda belum lama ini telah berhasil menciptakan bata beton atau paving block untuk pembuat jalan maupun trotoar yang memiliki kemampuan khusus, yaitu menyerap polusi yang ada di udara.

Berdasarkan penelitian, paving block ini akhirnya dinyatakan memiliki kemampuan untuk mengurangi polusi udara sampai sebesar 45%. Berbagai media internasional maupun nasional telah merilis mengenai penemuan terbaru yang memiliki fungsi besar ini pada Sabtu 13 Juli 2013. Berbagai rilis tersebut juga menyatakan bahwa untuk pemasangannya, paving block anti polusi itu tiak membutuhkan peralatan khusus apapun sehingga sama mudahnya seperti memasang paving block biasa dan tidak membutuhkan juga pekerja dengan kemampuan khusus.

Yang membuat paving block ini menjadi spesial adalah bahwa paving block ini telah disemprotkan dengan lapisan titanium oksida. Bahan yang satu ini memang dikenap dapat dengan mudah menyerap dan juga mengurangi polatan yang ada di udara dan kemudian memprosesnya menjadi zat yang tidak berbahaya untuk kesehatan.

Paving block ini telah digunakan di sebuah jalan di Kota Hangelo, Belanda dan dalam jangka waktu satu tahun telah berhasil mencatat adanya pengurangan nitro oksida di udara sampai dengan 45%. Nitro oksidar (NOx) adalah sebutan lain dari mono-nitrogen oksida atau juga biasa disebuh nitrogen monoksida dan nitrogen dioksida. Gas yang satu ini adalah gas beracun yang dihasilkan oleh pembakaran motor dalam berbagai kendaraan bermotor.

Dan tingginya kadar dari zat ini telah menciptakan adalah hujan asam yang sangat berbahaya bagi seluruh mahluk hidup yang ada di bumi. Paving block anti polusi ini telah dituliskan di Joural of Hazardous Material dan diharapkan akan menjadi salah satu terobosan pengurangan polusi. Walaupun harganya masih dapat dianggap sangat mahal, semoga banyak pemerintah bersedia untuk menginvestasikan pada alat yang satu ini untuk mengurangi polusi.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *