Microsoft Tuntut Pemerintah Karena Bobol Data Penggunanya?

By on April 17, 2016
Microsoft

Baru-baru ini Microsoft mengajukan tuntutan hukum kepada pemerintah AS atas membanjirnya permintaan akses data rahasia yang diajukan kepadanya. Dengna cara tersebut, Microsoft menyatakan jika para agen pemerintah atau polisi bisa mengakses data pelanggan, dari mulai e-mail, hingga catatan rekaman digital.

Dalam keterangannya, Brad Smith, selaku Chief Legal Officer Microsoft, menyatakan jika permintaan pemerintah kepada Microsoft untuk membuka data konsumennya telah mencapai angka 2.576 kali, hanya dala kurun waktu 18 bulan saja.

Uniknya lagi, dari jumlah di atas, ternyata sekitar 1.752 atau sebanyak 68 persen diantaranya, justru merupakan permintaan pemerintah yang tidak diberi tenggat waktu akhir penyelidikannya.

Seperti dilansir dalam Ars Technica, Smirh menyatakan jika ini berarti pihanya dilarang memberitahu pelanggan jika pemerintah telah mengakses data mereka selamanya. Jelas ini merupakan pelanggaran privacy yang harus seera dilindungi.

Lebih lanjut lagi, Microsoft menuding jika pemerintah AS telah melanggar dua hak dasar warga negaranya, yakni Amandemen Ke-empat atau Fourth Amandement, dimana amandemen ini seharusnya mampu menjamin masyarakat mengetahui apakah yang pemerintah sedang lakukan pada mereka.

Dan yang kedua, pemerintah AS dituduh telah melanggar Amandemen Pertama atau First Amandement, yang berarti amandemen ini membolehkan mereka untuk bisa memberikan informasi mengenai aksi penyadapan pemerintah yang dilakukan kepada pelanggannya.

Microsoft Bug Unicorn

Smith menjelaskan jika komputasi awan atau cloud computing mereka, merupakan gudang penyimpanan data para pelanggan Microsoft. Bagaimanapun dan apapun alasannya, seharusnya data tersebut tidak bisa dijadikan sebagai jalan pintas penyelidikan oleh agen pemerintah.

Seperti kita ketahui, pemerintah AS sendiri kini semakin sering menggunakan Undang-Undnag Electronic Communications Privacy Act (ECPA) untuk bisa menerobos data-data pengguna produsen gadget Amerika, seperti Apple, BlackBerry, dan bahkan Facebook.

Jika melihat dari kacamata hak publik, tentu ini tindakan yang sangat tidak terpuji. Tapi di sisi lain, data-data tersebut memang dibutuhkan pemerintah untuk memecahkan berbagai kasus yang terjadi di Amerika. So, bagaimana menurut kamu tentang berita ini?

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *