Kebijakan Google Mengenai Data dari Akun Seseorang yang Meninggal

By on April 17, 2013
GOOGLE-1

GOOGLE-1

Google sepertinya terus melakukan terobosan dengan menghadirkan berbagai aplikasi serta fitur–fitur baru guna memudahkan dan mendukung para pengguna jasa mereka. Setiap pengguna layanan dari Google dipastikan memiliki data atau informasi yang tersimpan dalam basis data Google, entah itu surat elektronik atau email serta berbagai data lainnya. Mengingat banyaknya pengguna jasa layanan mereka, Google mengeluarkan terobosan dengan kebijakan merawat atau mengelola data milik pengguna yang telah meninggal dan tidak lagi aktif menggunakan layanan dari Google. Sebuah kebijakan yang luar biasa dari sebuah perusahaan yang melayani begitu banyak orang.

Kebijakan Google untuk Akun Orang Meninggal

Kepedulian Google kepada pengguna jasa mereka setelah meninggal diperlihatkan dengan dibuatnya tool khusus untuk memberikan pilihan mengenai data atau informasi yang tersimpan pada akun milik seseorang yang telah meninggal. Tool ini dapat digunakan untuk berbagai layanan dari Google seperti akun email atau surat elektronik, jejaring sosial Google+ dan juga akun dari layanan Google lainnya. Tool yang disebut dengan Google Inactive Account Manager memberi keleluasaan bagi pemilik akun layanan Google untuk menentukan nasib dari data atau informasi pribadi mereka yang tersimpan dalam sistem basis data dari Google. Pemilik akun dapat memilih untuk menghapus data atau informasi milik mereka yang tersimpan pada basis data milik Google atau menyerahkan data dan infromasi tersebut kepada seseorang yang secara khusus ditunjuk.

GOOGLE-2

Cara Kerja Fitur Google Inactive Account Manager

Pada dasarnya, fitur atau tool untuk mengelola data setelah sebuah akun menjadi tidak aktif karena pemiliknya meninggal dibuat untuk kepentingan privasi ataupun kerahasiaan data dan informasi serta nasib data dan informasi tersebut di masa mendatang. Beberapa masukan terkait dengan kekhawatiran pemilik akun Google mengenai data dan informasi pribadi milik mereka yang tersimpan di basis data Google ketika mereka telah meninggal menjadi dasar dari diciptakannya fitur atau tool ini. Dengan fitur ini, seorang pemilik akun Google dapat mempersiapkan atau merencanakan digital afterlife, masa depan dari data dan informasi pribadi yang tersimpan dalam basis data Google dapat ditentukan sejak awal untuk memudahkan pengelolaannya; dengan pilihan data tersebut dihapus setelah jangka waktu tertentu atau akun diserahkan kepada seseorang yang ditunjuk secara pribadi oleh pemilik akun.

Pemilik akun Google memiliki pilihan untuk memberikan kewenangan pada pihak Google menghapus atau menyerahkan akun kepada seseorang yang ditunjuk secara pribadi oleh pemilik akun dalam jangka waktu 3, 6 atau 12 bulan tidak aktif. Akun yang tidak aktif tetapi pemiliknya belum meninggal akan mendapat perlakuan yang sama. Google akan mengirimkan peringatan atau pemberitahuan sebelum penghapusan ke alamat surat elektronik kedua atau cadangan guna mengantisipasi penghapusan data milik seseorang yang belum meninggal.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *