Kamera Smartphone vs DSLR

By on March 19, 2015
2. Kamera Smartphone vs DSLR 2

Bila dahulu, ponsel hanya menjadi alat untuk berkomunikasi, kini, fungsi ponsel bertambah dan menjadi lebih banyak lagi. Selain untuk berkomunikasi, ponsel juga dapat digunakan untuk mengambil gambar, layaknya kamera. Bahkan, ponsel pintar terbaru dapat pula digunakan layaknya kamera canggih, seperti DSLR. Tetapi pertanyaan pentingnya, apakah kualitas foto yang dihasilkan oleh kamera Smartphone sudah setara dengan foto yang diambil dengan menggunakan DSLR?

Arbain Rambey, fotografer senior harian Kompas menjelaskan mengenai hal ini. Menurutnya, saat ini, banyak orang lebih memilih mengambil foto dengan kamera ponsel pintar. Hal ini dikarenakan kualitas hasil foto sama dengan hasil dari foto menggunakan DSLR. Akan tetapi, agar kamera ponsel dapat menghasilan hasil seperti ini, syarat yang dibutuhkan adalah obyek foto tidak bergerak dan terdapat pencahayaan yang baik.

Selain obyek yang tidak bergerak dan pencahyaaan yang baik, satu hal lagi yang diperlukan dalam Smartphone adalah optical zoom. Arbain mengatakan bahwa banyak Smartphone terbaru saat ini yang sudah dilengkapi dengan fitur ini. Misalnya, Samsung K-Zoom maupun Asus ZenFone yang dia lihat di MWC Barcelona. Kedua Smartphone ini mempunyai optical zoom setelah dibongkar dan dilihat bagian dalamnya.

Optical zoom pada kamera Smartphone sangat diperlukan untuk menghasilkan kualitas foto yang tinggi. Memang, banyak Smartphone yang dilengkapi dengan digital zoom. Akan tetapi, digital zoom bekerja dengan memperbesar gambar yang sudah diambil secara digital. Artinya, kualitas gambar akan menurun karena adanya pembesaran ini.

Sedangkan optical zoom memperbesar gambar obyek dengan mengubah setting dari lensa. Jadi, hasilnya adalah pembesaran yang alami dan kualitas foto yang dihasilkan tetap tinggi.

Meskipun disebut setara dengan kamera DSLR, tetapi ada beberapa kelemahan yang dimiliki oleh kamera ponsel pintar. Salah satunya adalah shutter speed.

Pada kamera DSLR, kecepatan ini dapat diatur sesuai dengan obyek yang akan difoto. Sedangkan pada ponsel pintar, tidak memiliki fungsi ini. Hal ini menyebabkan kamera ponsel tidak dapat digunakan untuk mengambil foto obyek yang bergerak cepat, seperti pertandingan olahraga, balap mobil dan semacamnya. Bila digunakan untuk mengambil obyek seperti ini, hasilnya akan buram atau blur.

Kelemahan lainnya adalah dari sisi pencahayaan. Kamera ponsel pintar tidak dapat digunakan untuk mengambil gambar dengan tingkat pencahayaan yang rendah.

Arbain sendiri masih menggunakan kamera Smartphone untuk memotret beberapa obyek. Tetapi dia mengakui bahwa kamera SLR dengan tipe full-frame, khususnya yang mempunyai sensor 33 mm jauh lebih hebat. Kamera full-frame adalah kamera yang dapat digunakan untuk mengambil foto dan hasil foto dapat diperbesar tanpa ada penurunan kualitas. Meskipun demikian, dia percaya bahwa beberapa tahun ke depan, kamera Smartphone akan mampu menghilangkan kelemahan yang dimilikinya ini.

kamera smartphone, dslr, kamera, smartphone

About Melisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *