Baidu Ingin Meniru Kinerja Otak Manusia

By on April 21, 2013
baidu-2

baidu-1

Tentu tidak dipungkiri lagi bahwa secara ilmiah, banyak pakar dari berbagai bidang keilmuwan berusaha untuk memperlihatkan cara kerja sistem otak manusia. Namun, sampai saat ini masih banyak misteri yang belum mampu diungkapkan secara ilmiah oleh para pakar tersebut untuk mengaplikasikan sistem kerja otak manusia kedalam perangkat elektronik, gadget, komputer, dan peralatan lainnya.

Oleh sebab itulah, hal ini membuat Baidu merasa tertantang untuk ikut mencari tahu dan menerapkannya. Baidu merupakan sebuah perusahaan mesin pencarian seperti Google yang berasal dari China. Perusahaan ini merasa tertantang untuk melakukan penelitian lebih dalam tentang bagaimana mempermudah kehidupan manusia dengan meniru prinsip dasar bagaimana otak manusia bekerja. Baidu rupanya tidak main–main, karena menurut berita yang dilansir oleh Micgadget, perusahaan China ini telah mendirikan laboratorium penelitiannya di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Hal ini mungkin merupakan strategi Baidu agar bisa berkolaborasi dengan Google dan Apple terkait dengan keinginannya untuk menciptakan aplikasi populer yang dapat mengikuti kinerja otak manusia. Namun, pihak Baidu menyatakan bahwa mereka telah menciptakan suatu alat untuk proses pencarian data melalui suara dengan skala kesalahannya hanya 30 persen.

Baidu Mendirikan Laboratorium di Sillicon Valley

Peletakan batu pertama laboratorium kantor Baidu sudah dimulai di Cupertino, California. Ini merupakan bukti keseriusan Baidu untuk menciptakan aplikasi yang mereka idamkan dan menjadi wujud nyata dari isu yang beredar pada bulan Januari lalu. Saat itu berhembus kabar bahwa Baidu mencari tempat yang cocok untuk laboratorium riset untuk Deep Learning yang menjadi tempat untuk praktek ilmu komputer yang dapat menggunakan teknologi dengan meniru kinerja otak manusia.

Baidu menyebut laboratorium ini The Institute of Deep Learning yang berfungsi seperti laboratorium milik Google dan Apple yang digunakan sebagai tempat untuk mempelajari cara berpikir manusia. Saat ini salah satu peneliti yang bekerja di Baidu sedang membuat Baidu Eye yang hampir sama dengan kacamata pintar dari Google. Namun Baidu menegaskan bahwa prioritas laboratorium baru mereka ini adalah untuk mengeksplorasi algoritma deep learning.

baidu-2

Apple dan Android Telah Mencoba Menerapkan Teknologi yang Meniru Kerja Otak

Sebelumnya, Apple dan Google sudah mencoba menerapkan teknologi yang meniru sistem kerja otak manusia. Misalnya saja Apple yang jauh sebelumnya sudah menerapkan teknologi untuk aplikasi SIRI pada iPhone dimana aplikasi ini melakukan deteksi pengenalan dengan suara pengguna ponsel untuk berkomunikasi dengan perangkat Apple. Di lain pihak, Google juga telah mencoba menerapkan teknologi komunikasi pengguna melalui Android dengan teknik deteksi pada sistem pengenalan suara melalui fitur Google Street View. Fitur ini pula yang sampai saat ini masih terus mengumpulkan berbagai data dari seluruh dunia.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *