8 Tips Untuk Tetap Aman Menggunakan Wi-Fi Umum

By on March 20, 2013
wifi

wifi

Belakangan mulai banyak muncul tempat umum yang memberikan hotspot Wi-Fi tapi tidak semua hotspot Wi-Fi umum yang menggunakan proteksi jaringan privat. Mungkin laptop, tablet atau smartphone Anda belum memiliki pengamanan yang cukup untuk terhindar dari virus-virus yang berterbangan di dunia maya.

Untuk tetap menjaga data-data di laptop, tablet atau smartphone Anda aman dari serangan virus, simak 8 tips berikut ini:

1. Matikan mode sharing

Anda mungkin me-share musik, printer atau file, bahkan mengijinkan login langsung dari komputer-komputer lain ketika berada di jaringan Wi-Fi di rumah Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mematikan mode sharing ketika ingin menggunakan koneksi Wi-Fi publik. Karena kalau tidak, orang lain yang menggunakan jaringan Wi-Fi tersebut bisa memasuki komputer Anda.

Untuk Anda yang menggunakan sistem operasi Windows, Anda bisa mematikan mode sharing dengan masuk ke ‘Advanced Sharing Settings’ di bagian Homegroup dari Network and Internet Settings di Control Panel. Dari situ, Anda bisa menuju ke bagian ‘file and printer sharing’ berikut dengan ‘network discovery’, dimana akan membuat Anda terlihat untuk siapapun yang terkoneksi di jaringan yang sama.

 

2. Gunakan VPN

Cara paling aman untuk browsing di jaringan umum adalah dengan menggunakan VPN atau virtual private network. Rute lalu lintas jaringan VPN akan membawa Anda ke jaringan aman di Wi-Fi umum, memberikan Anda semua manfaat dari jaringan pribadi meskupin sedang menikmati kebebasan menggunakan Wi-Fi umum. Untuk bisa menggunakan VPN, sebuah provider mematok cara aman berinternet ini dengan harga $6.95.

 

3. Hindari terhubung secara otomatis ke hotspot Wi-Fi

Smartphone atau tablet Anda mungkin secara otomatis terkoneksi ke hotspot Wi-Fi mana saja yang tersedia. Hal ini sangat berbahaya untuk privasi data Anda. Tidak hanya akan menghubungkan alat Anda ke jaringan umum tanpa izin terlebih dahulu, tapi Anda juga dapat secara otomatis akan terhubung ke jaringan berbahaya yang bisa mengambil data Anda.

 

4. Gunakan SSL

Website umum yang mentransfer kontennya dalam teks polos, menjadikannya target yang mudah untuk siapapun menyusup ke koneksi jaringan Anda. Banyak website menggunakan SSL untuk mengkripsi transfer data, tapi sebaiknya Anda tidak bergantung pada layanan website dalam menjaga keamanan data Anda.

Anda bisa menciptakan koneksi enkripsi dengan ekstensi SSL browser mana saja. Dengan menggunakan plugin ini, hampir semua koneksi website akan dilindungi dengan DDL, memastikan data yang Anda transfer aman.

 

5. Memastikan nama jaringan

Kadang hacker akan membuat jaringan Wi-Fi palsu untuk menarik siapapun pengguna jaringan Wi-Fi umum tanpa sadar. Contohnya, Wi-Fi di Starbucks tidak akan dinamai dengan “Free Starbuck Wi-Fi”, dengan terhubung dengan jaringan palsu bisa membuat alat Anda berada di jaringan berbahaya.

Jika Anda tidak yakin dengan jaringan yang akan Anda masuki, sebaiknya Anda bertanya ke pihak yang memiliki jaringan. Jika berada di kafe atau kedai kopi tanya salah satu karyawannya atau manajer. Tapi jika tidak ada orang yang bisa ditanya tentang jaringan Wi-Fi, sebaiknya Anda perlu mencari hotspot Wi-Fi lain.

 

6. Lindungi password Anda

Menggunakan password yang unik untuk akun yang berbeda bisa membantu Anda jika salah satu akun Anda terganggu. Menjaga password berbeda supaya aman memang sulit, untuk itu gunakan aplikasi pengelola password seperti KeePass atau LastPass yang dapat membantu menjaga password Anda aman.

Kedua aplikasi KeePass dan LastPass gratis, tapi keduanya menyimpan informasi Anda dengan cara yang berbeda. KeePass menyimpan menggunakan file enkripsi database di komputer Anda. Sedangkan LastPass menyimpan password Anda tempat rahasia di dunia maya. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi layanan keduanya aman untuk digunakan.

 

7. Nyalakan firewall Anda

Semua sistem operasi mempunyai firewall yang sudah dari awal dipasang, yang akan mengamati koneksi yang masuk dan keluar.

Untuk sistem operasi Windows, lokasi setting firewall ada di Control Panel lalu ke System Anda Security. Klik Windows Firewall, lalu terserah Anda jika ingin menghidupkan atau mematikan Windows Firewall. Masukan password administrasi untuk memastikan Windows Firewall Anda menyala.

 

8. Jalankan software anti-virus

Selalu gunakan aplikasi anti-virus yang up-to-date supaya dapat membantu Anda memberi peringatan ketika jika sistem Anda terganggu ketika sedang terkoneksi ke suatu jaringan yang tidak aman. Sebuah peringatan akan tampil jika ada virus masuk ke komputer Anda atau ada kegiatan mencurigakanm seperi modifikasi atau pendaftaran file.

Meskipun menggunakan anti-virus tidak dapat menangkal semua kegiatan yang menganggu, tapi cara yang bagus untuk melindungi komputer Anda dari kebanyakan serangan berbahaya.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *