I Gede Wenten, Pelopor Teknologi Membran di Indonesia

By on September 29, 2013
1. I Gede Wenten, Pelopor Teknologi Membran di Indonesia 1_1

Jika berbicara mengenai teknologi membran di Indonesia maka kita tidak akan bisa lepas dari sebuah nama yang cukup terkenal tidak saja di Indonesia namun juga Eropa. Sosok tersebut adalah I Gede Wenten, seorang akademisi, peneliti dan juga seorang pengajar di Program teknik Kimia ITB. Nama ini sangat tidak asing karena barusaja beliau menerima penghargaan yang sangat bergengsi, yaitu B.J. Habibie Technology Award 2013 dari BPPT, yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi. Wenten mendapat penghargaan ini karena beliau berhasil memulai dan mengembangkan teknologi membran di Indonesia.

Pengajar Prodi teknik kimia ini juga sangat sarat dengan berbagai hasil karya penelitiannya dan tak kurang dari 15 buah sertifikat paten yang dimilikinya dari hasil penelitiannya di bidang teknologi membran. Beliau adalah juga satu-satunya dan yang pertama mendirikan industri membran di Indonesia. Salah satu penemuan Wenten yang sering digunakan adalah IGW Emergency Pump. Alat ini merupakan pompa air yang dilengkapi dengan membran filter untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada saat darurat.

Keunggulan IGW Emergency Pump ini adalah bahwa untuk memompa tidak diperlukan tenaga listrik, cukup dengan tenaga tangan saja dan keunggulan lain pompa ini adalah kemampuannya untuk menghilangkan kekeruhan air, bakteri, alga, spora, sedimen, kuman dan juga koloid. Pompa ini banyak digunakan terutama pada daerah-daerah bencana yang membutuhkan pasokan air bersih dengan cepat. Kesuksesan serta keberhasilan I Gede Wenten ini tidak diperoleh dengan cepat dan Cuma-Cuma.

 

Beliau mengaku bahwa keberhasilan ini berkat motivasi dan semangat yang didapat dari orangtuanya. Pada masa kecil, Wenten sangat miskin dan hampir putus sekolah karena masalah keuangan namun hal tersebut tidak membuatnya kapok dan justru semakin menyemangati dirinya. Nasib yang banyak membantunya, seperti saat lulus kuliah di Bandung, dia mengaku saat itu dibantu oleh orang. Sehingga sampai sekarang Wenten selalu gigih berusaha dan tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk maju yang diperolehnya.

Lulus dari Jurusan Kimia ITB, dia kemudian lanjut ke Denmark Technology University di Kopenhagen dan mendapatkan gelar master bioteknologi dan gelar master di bidang teknik kimia 5 tahun kemudian di universitas yang sama. Dan saat itulah dia mulai tertarik dengan teknologi membran hingga sekarang dia adalah satu-satunya ahli membran di Indonesia.

Pada saat menyelesaikan masternya di Denmark, Wenten juga memperoleh hak paten dari alat untuk penyaringan pada industri bir dan kemudian juga mendapatkan penghargaan Suttle Award yang merupakan penghargaan tertinggi dariFiltration Society London dan penghargaan ini hanya diberikan kepada peneliti dibawah 35 tahun. Untuk menunjang dedikasinya pada teknologi membran, I Gede Wenten mendirikan pabrik pembuatan membran di Bandung dan semua hal dikerjakan oleh putra-putra bangsa yang berbakat.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *