Fitur Privasi Android Tak Lagi Eksis

By on December 18, 2013
3.Fitur Privasi Android Tak Lagi Eksis1

Tidak bisa dipungkiri bahwa ponsel boleh dikatakan merupakan salah satu barang pribadi karena hampir setiap orang di dunia memiliki ponsel. Ponsel yang dimiliki pun biasanya menyimpan informasi yang bersifat pribadi dalam berbagai bentuk mulai dari pesan hingga sejarah perambaan di internet. Di sisi lain, nomor kontak yang tersimpan dalam buku telepon seseorang pun boleh dimasukkan ke dalam informasi pribadi yang dimiliki oleh pemilik ponsel.

Banyak pemilik ponsel yang menganggap bahwa informasi yang ada di dalam ponsel mereka sangat pribadi atau bahkan rahasia sehingga mereka tidak ingin orang lain melihat informasi tersebut tanpa izin. Untuk itu, kebanyakan ponsel telah dilengkapi dengan fitur kunci dan bahkan pengaturan mode untuk pemilik maupun tamu. Namun, ternyata metode pengamanan semacam ini dianggal tidak cukup.

Tentu masih hangat diingat Anda mengenai berita penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah Australia pada ponsel petinggi Indonesia yang menyebabkan memburuknya hubungan kedua negara bertetangga ini. Penyadapan semacam ini sudah lama dilakukan oleh NSA dan salah satu sumber penyadapan yang dianggap empuk adalah data pengguna Android yang tersimpan oleh Google.

fitur android

Pengguna Android yang semakin menyebar di seluruh penjuru dunia mungkin mengalami kekhawatiran yang sama mengenai kemungkinan penyadapan yang semakin besar sehingga mereka tidak bisa menjaga privasi mereka masing-masing saat menggunakan ponsel Android mereka. Sebelumnya pengguna Android boleh sedikit lega karena ada fitur privasi Android yang ditawarkan pada pengguna ponsel pintar dengan platform Android dari Google. Fitur ini berfungsi untuk menahan segala aplikasi yang digunakan untuk mengumpulkan informasi pribadi misalnya lokasi dan daftar kontak.

Namun, pengguna Android kini justru semakin was-was karena Google sudah menghapus fitur privasi Android. Dengan fitur privasi pada ponsel pintar dengan platform Android yang sudah tidak lagi eksis, hal ini berarti bahwa pemilik ponsel pintar khususnya yang menggunakan sistem operasi Android 4.4.2 harus merelakan penggunaan beberapa data pribadi oleh beberapa aplikasi. Perwakilan Google sendiri menyatakan bahwa penghapusan fitur ini disebabkan oleh sebuah insiden.

Peter Eckersley yang merupakan Technology Project Director Electronic Frontier Foundationragu dengan penjelasan tersebut dan tidak setuju mengenai penghapusan fitur penting ini. Ia bahkan menyarankan pada pengguna ponsel pintar Android untuk tidak memperbaharui sistem operasi ponsel mereka ke Android 4.4.2 karena keamanannya yang dianggap kurang.

Dengan sistem operasi Android yang dipasang pada 81% ponsel pintar yang digunakan di seluruh dunia (pengguna iOS hanya 12,9%), keamanan dalam bentuk fitur privasi Android menjadi salah satu isu penting yang tidak boleh diabaikan oleh pengguna ponsel pintar yang semakin berkembang dari segi jumlah dari waktu ke waktu. Terlebih Google sempat sepakat untuk membayar ganti rugi 17 juta dolar AS pada bulan November karena dituduh telah melalaikan file digital khusus untuk melacak perilaku pengguna ponsel pintar saat mengakses internet.

fitur android

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *