Editing Foto 3D Kini Sangat Memungkinkan

By on June 4, 2013
Editing-Foto-3D-Kini-Sangat-Memungkinkan-1

Teknologi editing gambar selalu berkembang seiring dengan perkembangan teknologi software. Dulu editor hanya bisa mengedit gambar 2D, seperti aplikasi PicMix yang ada di smartphone masa kini. Namun semenjak kemunculan video dan gambar 3D kebutuhan editing gambar menjadi semakin meningkat. Sayangnya hingga saat ini memang masih belum banyak software editing gambar 3D yang cukup tangguh. Seakan menjawab pertanyaan tersebut, Adobe bekerjasama dengan Brigham Young University, Amerika Serikat untuk membuat satu metode untuk menghapus objek dari foto 3D.

Teknologi 3D

Teknologi 3D atau lebih spesifiknya gambar 3D sebenarnya merupakan sepasang gambar yang diambil dengan teknik yang sedikit berbeda. Umumnya sudut pengambilanlah yang membuat gambar 3D dapat tercipta. Pada gambar 3D, satu gambar akan diambil dari sisi kiri, sedangkan gambar yang satu lagi akan diambil dari sisi kanan. Konsep yang digunakan sebenarnya sama dengan mata manusia dalam  menangkap kedalaman gambar. Setelah itu gambar akan ditampilkan secara stereo. Untuk penyuntingan sendiri, penyuntingan terhadap satu gambar akan berdampak juga pada gambar pasangannya.

Tantangan terbesar dalam menampilkan gambar 3D terletak pada ketepatan dalam menunjukkan gambar secara stereoskopis. Jika tampilannya kurang pas, maka tampilan justru tampak mengganggu mata. Seorang editor gambar 3D harus memperhatikan agar ruang yang ada tetap terisi namun tanpa merusak konsistensi antara kiri dan kanan. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan suatu algoritma khusus. Morse dan Joel Howard dari BYU dan Scott Cohen dan Brian Price dari Adobe telah mengembangkan satu algoritma khusus untuk mengatasi masalah ini. Bahkan penelitian tersebut berhasil memperoleh penghargaan dari IEEE sebagai artikel penelitian 3D imaging terbaik.

Algoritma Proses Editing Gambar 3D

Editing-Foto-3D-Kini-Sangat-Memungkinkan-2

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Morse dan Joel Howard dari BYU dan Scott Cohen dan Brian Price dari Adobe, langkah pertama merupakan langkah tersulit dalam algoritma editing gambar yang mereka kembangkan. Langkah pertama ini adalah menentukan kedalaman setiap objek dan pixel pada gambar. Di sini algoritma harus mampu menunjukkan seberapa jauh pixel pengganti yang diharuskan untuk mengisi lubang objek yang dihapus. Namun Depth Map menawarkan lebih dari sekedar penghapusan objek pada foto 3D. Saat ini Morse juga tengah mengembangkan satu ekstensi khusus yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur pencahayaan dalam setiap objek yang terdapat pada gambar. Hal ini nantinya akan memungkinkan editor gambar untuk mengubah posisi sumber cahaya.

Dengan kamera 3D, fotografer dapat mengambil gambar dan memperoleh informasi tentang kedalaman yang bisa digunakan untuk mengedit foto. Meski teknologi editing 3D ini tercipta untuk menjawab kebutuhan akan teknologi editing gambar 3D, namun teknologi ini tetap bisa digunakan untuk membantu editor dalam mengedit satu gambar. Saat ini kamera 3D memang sudah ada. Namun penggunaannya masih belum banyak. Dengan kemunculan teknologi editinggambar 3D, perubahan akan dunia fotografi semakin dekat.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *