Antusiasme Masyarakat Terhadap Hadirnya Uang Digital

By on November 14, 2013
2.Antusiasme Masyarakat Terhadap Hadirnya Uang Digital1

Anda mungkin akan ikut bangga karena Indonesia akhirnya akan menghadirkan layanan uang digital atau biasa disebut dengan e-money. Tentunya, karena layanan ini masih baru, ada beberapa kendala yang harus diselesaikan sebelum layanan ini dijadikan unggulan untuk transaksi keuangan. Indo Telko Forum juga telah melakukan survey mengenai e-money ini.

Survey tersebut disebarkan kepada 2000 responden di beberapa kota besar di Indonesia. Samplenya diambil dari berbagai lapisan masyarakat baik dari kelas bawah hingga kelas atas. Founder Info Telko Forum, Doni Darwin menyatakan bahwa secara umum, pengguna mengetahui produk ini. Namun, definisi uang digital ini masih berbeda-beda bagi mereka.

Lalu, apa yang ada dibenak pengguna ketika mereka diperkenalkan dengan e-money? Hasil survey menyatakan bahwa sebanyak 44% mengira bahwa uang digital ini adalah layanan elektronik atau biasa disebut dengan mobile money dari operator tertentu. Sedangkan sebanyak 23% mengira bahwa uang digital tersebut adalah nama sebuah produk pembayaran pulsa ponsel.

15% lainnya mengira bahwa uang digital merupakan produk tabungan sebuah bank yang bekerjasama dengan operator seluler. 8% juga masih berpikiran bahwa uang digital merupakan layanan baru isi ulang pulsa. Selanjutnya, 6% responden mengatakan bahwa e-money adalah sebuah produk pinjaman dari bank yang bekerja sama dengan operator telepon seluler.

Sisa 4% lagi menyatakan bahwa produk ini pernah mereka dengar tapi mereka masih belum tahu apa itu sebenarnya uang digital. Survey ini menggunakan responden dengan usia yang bervariasi. 38% usia responden adalah 26 hingga 35 tahun. 29% dari mereka berusia 36 hingga 45 tahun. 21% dari responden survey ini berusia antara 21 hingga 25 tahun.

Sisanya, yaitu 12% adalah responden yang berusia lebih dari 45 tahun. Kesamaan dari seluruh responden yang berbeda usia ini adalah mereka semua mengaku memiliki ponsel dan rekening bank. Selain itu, responden juga berasal dari kelas ekonomi yang berbeda-beda. Mayoritas responden berasal dari kelas menengah yaitu 54%.

Mereka mengaku memiliki penghasilan lebih dari Rp. 15.000.000 per bulan. Selain itu, sekitar 17% dari responden berpenghasilan antara Rp. 3.000.000 hingga Rp. 5.000.000 per bulan. 11% sisanya memiliki penghasilan rata-rata Rp. 5.000.000 hingga Rp. 7.500.000 per bulan. 6% berpenghasilan Rp. 7.500.000 hingga Rp. 10.000.000 per bulan.

Sedangkan 6% sisanya lagi masih berpenghasilan di kisaran Rp. 2.000.000 hingga Rp. 3.000.000 per bulannya. Lalu, bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah e-money itu menurut Anda? Lebih jauh lagi, apakah Anda siap jika e-money diterapkan di Indonesia?

Tentunya, dengan sosialisasi yang terus menerus dan layanan yang maksimal maka uang digital bakal terealisasi dengan lancar di Indonesia. Semua pihak harus berperan aktif agar nantinya uang digital dapat digunakan secara merata dan maksimal.

2.Antusiasme Masyarakat Terhadap Hadirnya Uang Digital3

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *