YLKI angkat Bicara Soal Penyadapan Telkomsel

By on February 19, 2014
YLKI angkat Bicara Soal Penyadapan Telkomsel

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI telah dikabarkan mendesak pihak Telkomsel untuk menjelaskan kepada publik soal keamanan dari jaringannya setelah isu penyadapan yang merebak pada 1,8 juta pelanggannya yang telah bocor ke pihak Australian Signals Directorate.

Laporan yang telah dibeberkan Edward Snowden ini mengungkapkan informasi tentang penyadapan dari tahun 2013. Pihak Australian Signals Directorate telah mendapatkan 1,8 juta kunci enkripsi utama yang digunakan oleh operator seluler Telkomsel untuk melindungi percakapan pribadi dari para pelanggannya.

Badan Intelijen Australia juga telah membongkar semua enkripsi yang dilakukan oleh perusahaan Telkomsel. Data pengguna telepon seluler tersebut pada akhir 2013 menunjukkan bawa Telkomsel memiliki 125 juta pelanggan atau menguasai lebih dari 50 persen pasar jaringan di indonesia.

Sudaryatmo yang merupakan Ketua Pengurus Harian YLKI mendesak supaya Telkomsel menjelaskan kepada publik atas ketidakamanan yang terjadi pada jaringan telekomunikasi mereka.

Mengapa jaringan tersebut sampai bisa disadap? Ada unsur kesengajaan atau memang kelalaian dari telkomsel, hal seperti iniah yang perlu dijelaskan kepada publik. Perlindungan terhadap konsumen harus jadi perhatian utama karena hal ini menyangkut orang banyak, kata Sudaryatmo

Menurutnya, kejadian seperti ini bisa menjadi sebuah pelajaran bagi para pengguna layanan telekomunikasi Telkomsel untuk berhati-hati ketika menggunakan layanan telekomunikasi. Para konsumen telah diminta untuk  berhati-hati setelah kejadian mengenai terkuaknya indikasi tidak aman dari operator seluler Telkomsel.

Menurut Raherman Rahanan yang merupakan seorang praktisi telekomunikasi, ada tiga titik penting di operator seluler yang sangat rawan terhadap penyadapan. Tiga titik tersebut adalah CDR (Call Data Record) atau Billing Record,  SMSC dan MSC. Sistem tersebut masih bisa diamankan dengan cara membeli SoP Pengamanan Billing CDR, feature Enkripsi SMSC dan SoP akses menuju ke MSC.

Tapi Itukan dulu. Di masa kini ketika Mobile Operator menyerahkan operasionalnya ke pihak lain yakni MS (Managed Service). Maka siapakah yang harus disalahkan dan dihukum apabila data-data di atas bocor kepihak lain? Manage service company atau Operator? Mobile Operator (MO) atau Manage Service (MS) Company katanya.

Sebagai informasi tambahan, sikap YKLI ini adalah dampak dari informasi Edward Snowden, salah seorang Mantan anggota intelijen dari NSA yang telah membocorkan rahasia yang mengejutkan untuk seluruh indonesia. Menurut laporan tersebut, dua operator terbesar di Indonesia, Telkomsel dan Indosat selama ini telah disadap oleh Negara Australia dan Amerika.

Badan intelijen Australia yang bekerja sama dengan National Security Agency (NSA) memiliki data terenkripsi sekitar 1,8 juta pelanggan operator dari Telkomsel dan Indosat. Dua negara tersebut telah berhasil mengakses data dari Telkomsel dan Indosat sejak tahun 2013 lalu. Padahal kedua operator itu telah menguasai sekitar 77 persen pasar seluler untuk wilayah Indonesia.

YLKI angkat Bicara Soal Penyadapan Telkomsel

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *