Upaya Perusahaan BlackBerry Mencoba Bangkit dari Keterpurukan

By on November 6, 2013
2. Upaya Perusahaan BlackBerry Mencoba Bangkit dari Keterpurukan1

Beberapa waktu yang lalu sempat tersiar kabar yang sangat mengejutkan dari perusahaan BlackBerry. Terhembus kabar bahwa perusahaan ponsel pintar yang sempat begitu merajai pasaran tersebut akan gulung tikar. Bahkan ribuan karyawannya pun banyak yang sudah dirumahkan untuk mengurangi biaya operasional yang cukup tinggi. Tentunya hal ini membuat terkejut para pengguna ponsel terutama para pengguna ponsel yang berlambang buah beri hitam tersebut. Bagaimana mungkin perusahaan yang semula sangat laku keras bak kacang goreng pada pertengahan tahun 2008-an tiba-tiba pamornya meredup dan malah berencana untuk gulung tikar.

Namun memang demikan yang sedang terjadi. Saat ini BlackBerry memang tengah menghadapi masalah yang cukup serius. Rencana perusahaan tersebut untuk menghentikan usahanya untuk saat ini berubah haluan. Perusahaan yang berbasis di Kanada ini masih berusaha menempuh upaya super keras untuk mampu bangkit kembali dari badai yang tengah menimpa perusahaannya. Upaya kebangkrutan yang paling utama terjadi setelah pihak BlackBerry mengumumkan kebangkrutan mereka untuk kuartal kedua pada bulan Juli lalu yang mencapai sampai sekitar 965 juta dollar Amerika Serikat. Penyebab dari kerugian utama mereka disinyalir terjadi karena penjualan produk terbaru mereka BlackBerry Z10 yang ternyata tidak banyak diminati oleh pasar.

Masih memiliki harapan tipis untuk bangkit, perusahaan BlackBerry pada Senin kemarin (4/11/2013) membatalkan rencana penjualan perusahaan tersebut. Sebagai gantinya mereka akan berusaha meningkatkan dana sebesar 1 miliar dollar AS dengan melakukan penjualan aset yang dikonversi kepada pihak Fairfax Financial Holdings selaku pemegang saham terbesar dari perusahaan yang berbasis di Waterloo, Ontario, Kanada. Dengan dana tersebut pihak BlackBerry merasa akan diuntungkan karena adanya suntikan dana kas yang besar dan menguntungkan untuk perusahaan. Para investor dengan cara ini diberikan kesempatan untuk membeli tambahan dana hingga 250 juta dollar AS yang dipercaya dapat meningkatkan jumlah saham BlackBerry yang tengah beredar di pasaran.

Selain itu upaya lain yang ditempuh untuk berusaha bangkit dari keterpurukan yang ada adalah dengan melakukan penggantian CEO yang sudah menjabat sejak bulan Januari 2012, yaitu Thorsten Heins. Rencananya Heins akan diganti dalam jangka waktu dua minggu ke depan sambil berusaha mencari kandidat CEO baru. Untuk mengisi kekosongan posisi CEO tersebut maka John Chen akan ditunjuk sebagai CEO sementara sambil berperan sebagai Chairman BlackBerry. Chen saat ini bertanggung jawab penuh dalam menentukan hubungan, arah dan juga tujuan strategis BlackBerry. Selain melakukan penggantian CEO, untuk posisi direktur utama diisi oleh pendiri dan juga CEO dari FairFax Financial Holdings.

Kondisi perusahaan BlackBerry memang cukup memprihatinkan untuk kurun waktu beberapa bulan terakhir ini. Chen sendiri mengakui bahwa untuk mereguk kembali kesuksesan yang dimilikinya akan membutuhkan usaha yang super keras dan keputusan tangguh. Apalagi dengan keberadaan ponsel Apple iPhone dan Google Android agaknya memang sulit bagi BlackBerry untuk kembali merebut pasar global.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *