Project SkyBender Akan Bawa 5G Ke Dunia?

By on February 2, 2016
2. Project SkyBender Akan Bawa 5G Ke Dunia 1

Jaringan 4G mungkin menjadi jaringan internet paling cepat yang ada saat ini. Tetapi, dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini, bukan tidak mungkin ditemukan jaringan yang lebih cepat lagi. Dan, tampaknya, hal tersebut semakin dekat untuk menjadi kenyataan. Salah satu buktinya adalah Project SkyBender.

Seperti dilansir oleh The Guardian mengutip dari The Verge, pada Sabtu, 30 Januari 2016, proyek teknologi ini merupakan proyek yang dikembangkan oleh Google. Google secara rahasia memulai proyek ini di sebuah pangkalan udara di New Mexico. Dalam proyek ini, Google membuat sebuah pesawat tanpa awak (drone) yang mampu menjadi pengirim gelombang untuk jaringan internet. Drone internet ini menggunakan tenaga surya sebagai sumber energinya.

Menurut sumber yang sama, Google dikabarkan menyewa hanggar dengan luas 15.000 kaki persegi untuk mengembangkan proyek ini. Hanggar ini dimiliki oleh Virgin Galactic di area Spaceport America.

Project SkyBender nantinya akan berfungsi sebagai penghantar gelombang milimeter tercanggih saat ini yang menjadi dasar dari pengembangan jaringan 5G. Gelombang ini dikatakan mampu memberikan kecepatan transfer data 40 kali lebih cepat dari 4G-LTE saat ini.

Sebenarnya, konsep gelombang milimeter ini juga pernah digunakan oleh salah satu perusahaan startup bernama Starry. Perusahaan yang didirikan Chet Kanojia yang juga pendiri Aereo, ini berencana akan menggunakan teknologi gelombang ini untuk memberikan koneksi internet cepat. Dengan teknologi ini, internet di kelas Gigabit akan dapat dinikmati oleh semua rumah dengan Wi-Fi.

Meskipun sangat menjanjikan, sayangnya gelombang milimeter ini tidak terlalu stabil. Gelombang ini dapat terganggu saat terjadi cuaca buruk serta jangkauannya yang lebih pendek. Disinilah, Google mencoba mengatasinya dengan Project SkyBender.

Project SkyBender ini akan berfungsi sebagai phased array. Dengan menggunakan fokus yang lebih baik, proyek ini akan dapat mengirimkan gelombang ini dengan jarak dan area lebih luas.

The Guardian juga menyampaikan mengenai kerjasama antara Google dengan FCC untuk pengujian drone yang mereka buat ini. Untuk biaya, dikabarkan Google menghabiskan biaya sebesar US$ 1,000 per hari untuk sewa hanggar pada Virgin Galactic. Google juga harus membayar sekitar US$ 300.000 pada Spaceport America untuk pembangunan instalasi berupa servertransceiver gelombang dan lainnya.

The Guardian juga menyampaikan bila proyek ini ditangani oleh Google Access yang juga menjalankan proyek serupa, yaitu Project Loon. Project Loon sendiri merupakan usaha Google untuk membuat daerah-daerah terpencil di dunia dapat mengakses internet.

Namun, berbeda dengan proyek Loon yang menggunakan balon udara, Project SkyBender menggunakan drone yang dipandang lebih efektif untuk menyasar area yang tepat. Meskipun kabar ini sudah beredar cukup lama, pihak Google sendiri belum mengonfirmasi kabar ini.

Project SkyBender

About Melisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *