Penyebar Aplikasi Android Bajakan Akan Dihukum

By on April 1, 2014
root-android-wallpaper

Aksi perang terhadap aplikasi bajakan terus didengungkan oleh banyak pihak di dunia ini, dan baru-baru ini 2 orang terdakwa yang terbukti telah menjual dan mendistribusikan aplikasi bajakan di beberapa toko online telah di tangkap dan diadili oleh pihak yang berwenang di Amerika serikat.

Terdakwa kasus pembajakan aplikasi mobile telah di vonis terbukti bersalah karena menyebarkan aplikasi Android bajakan. Tentu saja kasus ini menjadi kasus tuntutan hukum pertama dalam hal pelanggaran hak cipta khusus untuk aplikasi mobile.

Seperti dikutip dari Digital Trends. David O’Neill, yang merupakan Pejabat Kejaksaan Agung Amerika Serikat, mengatakan bahwa kasus ini merupakan kasus pertama yang ditangani langsung oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat terhadap seseorang yang terbukti menyebarkan aplikasi mobile secara ilegal.

Dalam sidang di pengadilan New York Amerika Serikat, kedua terdakwa yang bernama Nicholas Anthony dan Thomas Allen Dye telah di vonis bersalah oleh hakim karena menyebarkan sekitar satu juta aplikasi Android bajakan melalui online market Appbucket. Mereka ditangkap pada tanggal 24 Januari lalu oleh pihak kepolisian setempat.

Selain itu, toko aplikasi online Appbucket sendiri memang diketahui telah melakukan praktik ilegal dengan menjual aplikasi bajakan pada tahun 2012 yang lalu. Pemerintah AS kemudian menutup toko aplikasi tersebut dan akhirnya menangkap orang-orang yang berada di baliknya.

Selain toko aplikasi Appbucket, ternyata kedua tersangka juga menyebarkan aplikasi bajakan tersebut di toko online lain seperti Snappzmarket dan Applanet. Dan kabarnya, total nilai kerugian yang ditaksir dari penyebaran aplikasi bajakan tersebut sudah mencapai 700 ribu dollar AS.

David O’Neill juga mengatakan bahwa kedua orang ini telah terbukti melanggar hak karya cipta orang lain ketika mereka bersama beberapa orang lainnya yang berada di belakang Appbucket, mereka terbukti telah menditribusikan dan menjual lebih dari satu juta copy aplikasi bajakan.

Dalam operasi pembajakan ini, Narbone berperan sebagai pemimpin yang menggerakkan seluruh anggota dibawahnya, sementara Dye sendiri berperan menjadi konspirator penjualan aplikasi bajakan ini. Kini keduanya sudah dijadwalkan untuk mendengarkan putusan hukuman pada 12 Juni 2014 nanti. Saat ini mereka menghadapi tuntutan hukuman 5 tahun penjara plus denda atas pelanggaran ini.

Kasus ini tentunya harus menjadi pembelajaran bagi kita semua, bagaimana cara melindungi dan menghormati hak cipta dari para orang-orang kreatif yang telah bekerja keras membuat sebuah karya. Hingga saat ini, Indonesia sendiri sudah di kenal dunia internasional sebagai negara yang penduduknya banyak memakai aplikasi bajakan.

Semoga dengan kasus ini menjadi motivasi tersendiri untuk para penegak hukum di Indonesia untuk menindak tegas pelanggaran atas hak cipta ini dan memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku didalamnya. Baik itu penyebar atau pemakainnya.

3. Google Paksa Vendor Ponsel Mencantumkan Tulisan _Powered by Android_ 1

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *