Patroli Perbatasan Dengan Menggunakan Kinect

By on February 8, 2014
1. Patroli Perbatasan dengan Menggunakan Kinect 1

Korea Selatan adalah negara pertama yang menggunakan Kinect sebagai bagian dari instrument  militer yang digunakan oleh pasukan perbatasan. Meski terdengar ganjil, namun Kinect  ternyata dapat dialih-fungsikan menjadi sebuah instrument militer. Seperti yang kita tahu Kinect adalah perangkat untuk bermain game. Perangkat ini biasa digunakan sebagai alat navigasi gerak pada perangkat game player. Perangkat game buatan Microsoft ini seringnya disandingkan dengan perangkat konsol Xbox One. Extreme Tech menyebutkan bahwa Korea Selatan menggunakan Kinect untuk mengawasi tindakan pelanggaran perbatasan yang dilakukan oleh pihak seterunya, Korea Utara. Jae Kwan Ko, seorang programmer asal Korea Selatan, adalah orang yang memodifikasi perangkat navigasi game ini. Ia mendapatkan kepercayaan dari militer Korea Selatan untuk memodifikasi perangkat Kinect hingga menjadi salah satu jenis instrument militer yang sangat bermanfaat untuk negaranya.

Setelah mengalami modifikasi, ada perubahan fungsi pada fitur-fitur utama perangkat Kinect. Jae Kwan Ko menjelaskan, fitur sensor kamera pada perangkat Kinect kini berfungsi sebagai pendeteksi gerak. Menariknya lagi, sedari awal Kinect sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan membedakan gerakan antara gerakan hewan dan gerakan manusia. Dengan adanya perangkat modifikasi ini, kini tugas pasukan-pasukan pengawas daerah perbatasan Korea Selatan-Korea Utara menjadi lebih mudah. Para pasukan penjaga daerah perbatasan pun bisa mengandalkan Kinect hasil modifikasi dari Jae Kwan Ko ini. Meski demikian, pihak militer Korea Selatan tak lantas menjadi lengah. Mereka tetap rutin memantau daerah perbatasan dengan seksama.

 kinect, teknologi, korea selatan, alat patroli

Sebelum menggunakan Kinect yang berhasil dimodifikasi menjadi sebuah perangkat canggih yang dapat mendeteksi gerak di area perbatasan, pihak militer Korea Selatan juga pernah memanfaatkan teknologi sinar infra merah (Infra Red) sebagai bagian dari instrumen pengawas di daerah perbatasan Korea Selatan-Korea Utara. Sayangnya penggunaan infra red ini tak berlangsung lama karena teknologi ini dinilai memiliki kelemahan  yaitu tidak bisa membedakan gerakan yang dihasilkan oleh manusia dan hewan. Wilayah perbatasan atau lebih dikenal sebagai demilitarized  zone ini  memang menjadi area yang rawan bagi Korea Selatan karena sering terjadi penyusupan yang dilakukan oleh pihak militer Korea Utara.

Tak hanya tindakan penyusupan saja yang dilakukan oleh pihak militer Korea Utara, melainkan juga tindakan pencurian satwa-satwa yang dilindungi oleh Negara Korea Selatan. Kurang efektifnya teknologi infrared ini dinilai berdampak negatif yang pastinya akan sangat merugikan Negara Korea Selatan itu sendiri. Kondisi akan menjadi semakin berbahaya jika perburuan dan pencurian satwa-satwa dilindungi ini terus berlangsung. Bisa saja satwa-satwa ini akan menjadi punah bila tak diawasi. Berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari pihak militer Korea Selatan, ada sejumlah satwa langka dan satwa yang dilindungi yang hidup di demilitarized zone ini. Salah satu satwa tersebut adalah satwa berjenis macan Siberia yang tergolong satwa langka dan hampir punah.

kinect, teknologi, korea selatan, alat patroli

BACA JUGA:

CEO Baru Microsoft Adalah Seorang India

Mengenal Otak di Balik Windows 8

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *