Microsoft Pekerjakan Penyandang Autisme

By on April 9, 2015
2. Microsoft Pekerjakan Penyandang Autisme 2

Selama ini penyandang autisme cenderung selalu tersingkirkan, tak saja dari pergaulan namun juga dari dunia pekerjaan. Tak heran jika para penyandang autisme tidak bisa mengembangkan diri mereka sendiri karena selalu tak mendapatkan kesempatan yang layak buat mereka. Sebenarnya penyandang autisme adalah mereka yang mengalami sedikit kelainan mental yang merupakan akibat dari warisan genetika orang tua mereka.

Orang dengan autisme biasanya terlihat asyik dengan kegiatan mereka sendiri. Hal itu karena mereka, penyandang autisme seakan mempunyai dunia mereka sendiri dan mereka juga tak mengindahkan hadirnya sosok orang lain di sekitar mereka. Ciri-ciri orang dengan autisme antara lain adalah mereka suka menyendiri dan serinig melakukan gerakan-gerakan aneh serta berulang-ulang. Mereka juga sulit berkomunikasi dengan orang lain.

Sebenarnya penyandang autisme bisa dibantu dengan berbagai terapi seperti terapi ABA, terapi okupasi, dan banyak lagi. Dengan kata lain para penyandang autisme bisa hidup dengan normal asalkan banyak orang yang membantu mereka dan hadir dalam keseharian mereka. Oleh sebab itu Microsoft ingin sekali membantu para penyandang autisme ini dengan memberikan kesempatan bekerja di perusahaan Microsoft, dan bahkan akan ditempatkan di kantor pusat mereka di Redmond.

Program percontohan mempekerjakan para penyandang autisme di Microsoft ini adalah kerja sama perusahaan Bill Gates tersebut dengan sebuah organisasi khusus yang bergerak dalam bidang pelatihan penyandang Autisme yang berasal dari Denmark Specialisterne. Program percontohan untuk mempekerjakan para penyandang autisme ini adalah yang kesekian kali bagi organisasi nirlaba asal Denmar tersebut karena mereka juga sebelumnya telah bekerja sama dengan salah satu kantor yang bergerak dalam bidang database yang bermarkas di Jerman. Di perusahaan bernama SAP tersebut Specialisterne telah berkomitmen untuk mempekerjakan 1% penyandang autisme dari seluruh pekerja Sap pada tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut berarti di masa mendatang akan lebih banyak orang penyandang autisme yang mempunyai kesempatan untuk bekerja dan mendapatkan uang. Selain itu mereka juga berkesempatan untuk melatih diri mereka sendiri agar penyakit mereka tersebut tidak kembali menghantui kehidupan mereka lagi. Microsoft beralasan bahwa persetujuan mereka untuk mempekerjakan para penyandang autisme tersebut selain dari sisi sosial, juga melihat sisi cemerlang para penyandang autisme yang kebanyakan mempunyai bakat menjadi orang jenius asalkan diberi kesempatan dan juga dilatih dengan baik.

Banyak penelitian menyebutkan bahwa orang penyandang autisme mempunyai bakat yang diatas rata-rata untuk proses berpikir di otak, menggali dan menyimpan informasi dan kemampuanm mendalam dalam hal berpikir. Bahkan dikatakan para penyandang autisme sangat unggul dalam bidang science, khususnya matematikan dan pengcodingan. Microsoft mempunyai target kedepan untuk mempekerjakan lebih banyak penyandang autisme karena mereka sangat berbakat dan berpotensi untuk mendukung kinerja perusahaan sekelas Microsoft.

Penyandang Autisme

About Melisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *