Microsoft Mengkhianati Negara Finlandia

By on July 28, 2014
2. Microsoft Mengkhianati Negara Finlandia 1

Rupanya pengumuman Satya Nadella untuk menjadikan unit bisnis perangkat keras Nokia menjadi 100% Microsoft dan juga pengumuman memecat sekitar 18.000 karyawan yang merupakan efek penggabungan Nokia menjadi satu Microsoft menuai banyak protes dan kritik. Salah satunya adalah dari rakyat Finlandia.  Mereka merasa bahwa Microsoft mengkhianati negara Finlandia yang merupakan asal pabrik ponsel legendaris Nokia.

Setelah Nokia dibeli oleh Microsoft dengan harga yang cukup fantastis karena hampir saja bangkrut, Microsoft berencana menyatukan unit bisnis tersebut dibawah Microsoft dan hal tersebut secara otomatis akan dibutuhkan banyak sekali pengurangan tenaga kerja karena Microsoft menginginkan pekerja mereka yang menjalankan unit bisnis tersebut. Langkah ini langsung dikritik oleh salah satu pejabat Finlandia yang merupakanMenteri Keuangan negara tersebut.

Antti Rinne, sang mentri dengan sangat terbuka berkata bahwa Microsoft mengkhianati negara Finlandia dengan tidak memenuhi janjinya kepada Finlandia pada saat perjanjian jual beli ditanda-tangani antara Nokia dan Microsoft. Protes ini diduga terjadi karena adanya sekitar 1000 pekerja Finlandia yang masuk dalam daftar 18.000 pekerja yang akan dipecat dari Microsoft selama 6 bulan kedepan.

Pemecatan ini tidak saja akan membuat para pekerja tersebut menganggur karena tidak punya pekerjaan, namun sedikit banyak juga akan mempengaruhi keadaan ekonomi Finlandia yang dulunya sangat kuat karena adanya pabrok Nokia. Menteri Keuangan Negara Finlandia tersebut menuntut dan menagih janji Microsoft yang akan berkomitmen kepada Finlandia.

Sang menteri menuntut bahwa karyawan yang diberhentikan agar dibantu sehingga bisa mendapatkan pekerjaan baru, seperti yang dulu dilakukan Nokia pada pekerja yang dipecatnya. Sang menteri juga berkata bahwa dulu Microsoft berjanji akan membangung data center di Finlandia yang rencananya akan diisi oleh para karyawan yang dipecat oleh Microsoft. Memang keputusan Microsoft ini sangat sulit mengingat mereka sudah kebanyakan pegawai.

Dengan perumahan 18.000 karyawan maka Microsoft mengaku mampu menghemat beberapa ratus juta dolar selama enam bulan. Mereka menyatakan bahwa 18.000 karyawan tersebut memang kurang diperlukan dalam proses produksi di Microsoft dan sebagian besar dari mereka memang pegawai Nokia dari divisi yang dibeli oleh Microsoft.

Keputusan yang kontroversial ini menyusul keputusan Microsoft yang akan menghentikan produksi smartphone Nokia X series yang berbasis Android menjadi smartphone yang berbasis Windows Phone. Dengan kata lain, Nokia X, Nokia X+, Nokia XL, dan Nokia X2 yang belum sempat diedarkan akan dimatikan dan tidak akan diproduksi lagi, namun demikian, Microsoft tetap akan menjual perangkat-perangkat tersebut dan tetap akan memberikan dukungan sampai dengan 18 bulan kedepan. Jadi bagi Anda yang hendak membeli smartphone Nokia, sebaiknya pertimbangkan kembali, karena ponsel yang akan Anda beli tidak akan diproduksi lagi selamanya.

microsoft, finlandia, nokia, gadget, smartphone

BACA JUGA:

Pemerintah Tiongkok Larang Penggunaan Windows 8

Jika Anda Peduli Internet Indonesia, Ikuti Dialognya

About Deyaparis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *