Menjelang G20, Hacker China Mulai Berkeliaran

By on November 15, 2014
crowdstrike-1024x653

Menjelang dilaksanaknnya pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan dilaksanakan di Australia pada tanggal 15 sampai 16 November 2014, beberapa situs Australia dinyatakan sudah menerima banyak serangan dari para hacker China. Hal ini sebagai buntut dari perseteruan abadi antara Hacker China dan Australia yang bersumber dari konflik kedua negara tersebut.

Saat ini, salah satu Grup hacker yang diketahui sudah mulai melaksanakan aksi penyerangan kepada organisasi media Australia tersebut dinyatakan oleh CrowdStrike sebagai salah satu Group Hacker yang berada dibawah perlindungan dan pembinaan pemerintah China. Sebagai informasi tambahan, CrowdStrike sendiri merupakan sebuah organisasi keamanan internet yang berasal dari Amerika.

Menurut pernyataan pihak CrowdStrike kepada ABC News, sekarang ini aktivitas hacking di beberapa situs media Australia sudah mulai meningkat dalam beberapa minggu terakhir, puncaknya sekarang, menjelang Konferensi G20 yang akan dilaksanakan pada minggu ini. Serangan tentara cyber ini sendiri diklaim berasal dari sebuah grup hacker kenamaan yang bernama DeepPanda yang menurut CrowdStrike, group hacker ini memiliki hubungan yang erat dengan pemerintah China.

Dmitri Alperovitch yang merupakan pendiri dari CrowdStrike, mengatakan kalau DeepPanda sendiri, saat ini tengah mencoba utuk mencari beberapa data strategis yang bisa menguntungkan pihak pemerintah China. Mereka juga tengan mencari beberapa pertanyaan yang bisa mereka dapatkan dari reporter Australia, dari mulai jenis ulasan pertemuan, sudut pandang positif atau negartif terhadap pemerintah China, dan hal lainnya yang berhubungan dengan pertemuan tersebut.

Selain Group Hacker DeepPanda, pihak CrowdStrike juga sedang mengawasi pergerakan dari dari grup hacker China lainnya, yaitu VixenPanda. Menurut penelitian dari CrowdStrike, Group hacker VixenPanda ini sudah dinyatakan berhubungan erat dengan badan intelejen keamanan militer China, yakni Third Department. Seperti dilansir dalam laman Mashable, VixenPanda ini merupakan slaah satu group hacker yang secara langsung di biayai oleh pemerintah China.

Menanggapi segala pernyataan Alperovitch dari CrowdStrike tersebut, pada bulan Juli yang lalu, pihak Kedutaan China yang ada di Amerika Serikat secara khusus membantah kalau saat ini pemerintahnya sedang melakukan aksi hackeng terhadap Australia. Apalagi kalau sampai menggunakan DeepPanda atau VixenPanda sebagai senjata. Tidak hanya itu, kedutaan besar China untuk Amerika pun menyatakan kalau CrowdStrike hanya sedang mencari sensasi supaya mereka bisa terkenal, dan isu grup hacker DeepPanda itu hanyalah omong kosong.

1. Prestasi Abal-Abal Hacker Indonesia  1

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *