Kominfo Kirimi Vimeo Surat

By on May 15, 2014
2. Kominfo Kirimi Vimeo Surat 1

Baru-baru ini dunia maya digegerkan dengan pemblokiran situs vimeo oleh Kominfo Indonesia. Menurut pihak Kominfo, pihaknya mantap memblokir situs vimeo lantaran situs ini menampilkan konten yang berbau SARA, kekerasan, dan pornografi. Pihak pengelola situs vimeo sendiri kabarnya telah menerima surat permintaan khusus dari Kominfo Indonesia. Berita terbaru seputar diterimanya surat dari Kominfo Indonesia oleh vimeo berhasil didapatkan hari Rabu ini, 14 Mei 2014. Berita ini didapat dari akun resmi Vimeo yang menuliskan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari pemerintah Republik Indonesia yang berisi permintaan khusus. Pihak Vimeo sendiri baru akan mengecek surat tersebut dan akan mengkonfirmasikannya sesegara mungkin. Surat permintaan yang dikirimkan oleh Kominfo Indonesia berisikan permintaan pada Vimeo untuk melakukan filterisasi terhadap konten-konten  video yang di dalamnya mengandung unsur-unsur pornografi.

Hari selasa kemarin, Vimeo mengaku belum menerima surat resmi dari Kominfo Indonesia terkait dengan permintaan filterisasi konten-konten video yang telah diunggahnya. Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informtika, Tifatul Sembiring, mengatakan telah mengirim surat permintaan resmi pada pihak Vimeo. Aktivitas pemblokiran video-video unggahan Vimeo sudah dimulai sejak tanggal 9 Mei 2014 kemarin pasca pihak Kominfo melalui surat perintahnya meminta untuk menutup atau memblokir situs Vimeo pada penyedia jasa internet. Menurut pihak Kominfo, situs Vimeo dinilai sering menampilkan konten berupa video yang mengandung unsur pornografi.

Dilansir dari Kompas Tekno, situs vimeo masih bisa diakses oleh pengguna internet pada hari selasa tepatnya selasa malam 13 Mei 2014. Situs ini bisa diakses melalui jaringan internet Telkom Speedy, XL Axiata, Indosat, Telkomsel, dan First Media. Padahal sebelumnya sudah ada peringatan dari Kominfo Indonesia yang disampaikan langsung ke pihak Vimeo. Tifatul Sembiring mengatakan bahwa konten-konten pornografi yang ditampilkan pada video-video di situs vimeo.com dinilai bertentangan dengan UU nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi di Indonesia. Meski vimeo melarang untuk menampilkan konten yang berisi hal-hal yang berujung ke aktivitas seksual, namun vimeo memperbolehkan pihaknya sendiri untuk menampilkan konten yang pornografi secara implisit seperti  orang telanjang meskipun tidak melakukan aktivitas seksual.

Tifatul menambahkan bahwa konten-konten pornografi implisit seperti ini juga sangat berbahaya bagi generasi muda penerus bangsa. Dan tentu saja konten-konten seperti ini melanggar UU Nomor 44 Tahun 2008 yang sudah disebutkan di atas. Selain menampilkan tubuh manusia tanpa busana, contoh konten pornografi implisit lainnya yaitu menampilkan kelamin dan foto/ gambar seseorang sedang melakukan hubungan intim. Vimeo sendiri menganggap bahwa konten-konten seperti ini adalah konten yang wajar dan masih dapat diterima oleh masyarakat global. Konten-konten seperti ini adalah bagian dari seni. Tifatul tetap keukeuh akan memblokir situs Vimeo jika pihak Vimeo tidak memfilter konten-konten yang dicurigai mengandung unsur pornografi.

kominfo, vimeo, surta vimeo, vimeo.com

BACA JUGA:

Iklan Samsung Serang Apple Dinilai Efektif

Dalam Waktu Dekat, Huawei Ingin Kalahkan Apple

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *