Kabar Lanjutan Pasca Ditutupnya Layanan Winamp

By on November 24, 2013
2.Kabar Lanjutan Pasca Ditutupnya Layanan Winamp2

Sebelumnya, ada kabar tidak mengenakkan dari Winamp dimana layanan ini akan dimatikan. Namun, dibalik keputusan untuk menonaktifkan Winamp, rupaya layanan ini disodorkan ke Microsoft. Keputusan final masih menunggu kesepakatan. Jika kesepakatan sudah terjadi antara kedua belah pihak maka bisa jadi layanan pemutar musik itu akan terus bertahan.

Seperti diberitakan bahwa AOL berencana mengakhiri masa perjalanan Winamp yang sudah mencapai tahun ke 15. Rencana, layanan pemutar musik yang sangat terknal di tahun 1990 hingga 2000-an ini akan dinonaktifkan mulai 20 Desember 2013 mendatang. Beberapa saat setelah pengumuman mengejutkan tersebut, justru AOL dikabarkan tengah menggaet Microsoft.

Dalam pertemuan tersebut AOL mengajukan permintaan agar Microsoft mau membeli lisensi layanan tersebut. Hal ini termasuk layanan internet radio yang ada di dalam layanan pemutar musik ini bernama Shoutcast. Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada informasi lanjutan khususnya mengenai kesepakatan dua pihak ini.

Belum diketahui pula apa rencana Microsft jika memang nantinya pihaknya setuju untuk membeli atau mengakusisi layanan tersebut. Penutupan layanan pemutar musik yang sangat digandrungi penggunanya ini memang diluar dugaan. Sayangnya, pihak layanan ini masih belum mengkonfirmasi perihal alasan penutupan layanan mereka tersebut.

Santer dikabarkan bahwa penutupan tersebut tidak lain adalah karena persaingan. Dikabarkan bahwa pihak AOL yang meluncurkan media player ini tanggal 21 April 1997 tersebut harus mengakui kehebatan perkembangan kompetitornya. Pada akhirnya, mereka harus menutup layanan tersebut karena kalah bersaing.

Coba Anda bandingkan dengan layanan pemutar musik digital saat ini seperti iTunes yang semakin menambah jumlah plaformnya. Sebagai informasi tambahan, pihak AOL sudah membeli Nullsoft selaku pembuat layanan media player ini tahun 1999. Kala itu, mereka membelinya seharga lebih dari 80 juta dalam bentuk saham.

Setelah itu, untuk menarik perhatian pengguna dan pendengar musik, AOL merilis Winamp dalam versi Android dan Mac. Sayangnya, langkah yang diambil AOL ini tidak terlalu membuahkan hasil. Kenyataannya, jumlah penggemar layanan media player ini tidak meningkat signifikan walaupun sudah dirilis menggunakan versi Android dan Mac.

Rupanya, para pengguna sudah terlanjur mengenal layanan dari AOL ini dari versi Windows saja. Tentunya, Anda sebagai pendengar musik yang menggunakan Winamp akan sangat kecewa jika akhirnya layanan ini harus ditutup selamanya. Kemungkinan itu akan semakin besar jika nanti Microsoft tidak menemui kata sepakat dengan pihak AOL.

Jadi, kita harapkan bahwa hasil kesepakatan tertutup antara pihak AOL dan pihak Microsoft bisa menghasilkan sesuatu yang dinanti banyak pihak. Jika memang Microsoft benar-benar mengakusisi Winamp, diharapkan layanan ini akan lebih menarik dengan gebrakan-gebrakan yang lebih segar utnuk memikat hati penggunanya khususnya pengguna baru layanan pemutar musik tersebut.

 

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *