Jepang Akan Puasa Berinternetan di Tahun 2014

By on November 30, 2013
2. Jepang Akan Puasa Berinternetan di Tahun 20141

Sudah bukan rahasia umum lagi jika banyak masyarakat di Jepang kecanduan untuk berinternetan ria. Karena level kecanduan internet termasuk tinggi di Jepang, maka pemerintah di Negeri Sakura tersebut memberikan perhatian yang besar pada issue ini. Apalagi kecanduan internet ini melanda kalangan remaja di negeri tersebut yang cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, untuk mencegah dampak negatif dari kecanduan internet, maka pemerintah Jepang segera bertindak untuk mengurangi tingkat kecanduan warganya. Maka tercetuslah ide brilian dengan menggelar program puasa internet di tahun depan.

Dengan program ini, sudah bisa dipastikan jika warga Jepang akan puasa internetan. Walaupun terkesan ekstrim dan melanggar hak asasi manusia, tetapi tujuan program ini cukup jelas. Pemerintah Jepang berharap agar para remaja dan anak-anak di negeri itu dapat lebih meluangkan waktu untuk menikmati kebersamaan dan kegiatan mereka tanpa ponsel ataupun gadget. Itulah harapan besar pemerintah Jepang melalui program tersebut ketika program puasa internet terselenggara di tahun 2014 mendatang.

Usaha pemerintah Jepang tidak main-main dalam mengatasi masalah kecanduan internet ini. Kementrian pendidikan Jepang juga sudah merancang cara ampuh dan efektif untuk mengatasi kecanduan berinternetan di kalangan remaja. Kementrian tersebut memiliki rencana untuk membuka perkembahan program puasa internet itu di tahun mendatang. Maksud program ini baik agar para pelajar dan generasi muda di negara tersebut membiasakan diri hidup tanpa gadget, ponsel ataupun laptop.

Kebijakan yang menyebutkan bahwa Jepang akan puasa internetan dibuat didasari dari penelitian Nihon University. Statistik dari penelitian tersebut melalui survey pada bulan Agustus menyatakan bahwa 8,1 % dari 100 ribu pelajar sekolah di Jepang kecanduan internet. Untuk menyelesaikan dan mengatasi situasi pelik tersebut, para pelajar memerlukan rehabilitasi kecanduan internet yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan Jepang yang mana program tersebut akan memanfaatkan pusat-pusat belajar di luar ruangan atau outdoor.

Dengan program rehabilitasi tersebut, para pelajar di Jepang tidak bisa terhubung dengan internet dan mempunyai perangkat internet apapun. Tetapi, mereka akan diterapi untuk saling berinteraksi dengan pelajar lain melalui berbagai permainan dan olahraga. Kehadiran psikoterapis klinis dan psikiater juga mewarnai program ini untuk membantu kebutuhan konseling pelajar. Kegiatan online atau berinternetan ternyata dapat menggangu kegiatan offline atau di dunia nyata saat berada di sekolah atau tempat kerja. Dampak dari kecanduan berinternetan adalah susah bangun tidur atau sering terbangun tengah malam.

Penyelenggaraan program puasa internet ini terganjal pada hubungan Jepang dengan teknologi dan internet. Ini dikarenakan Jepang merupakan salah satu pusat teknologi terbesar di dunia sehingga menyebabkan terciptanya budaya bergadget. Hampir semua orang dan remaja di Jepang memiliki ponsel pintar yang terhubung dengan internet untuk mengakses website. Di beberapa media sosial, mereka juga aktif berselancar di dunia maya. Untuk menyukseskan program Jepang akan puasa internetan, maka dibutuhkan persiapan yang sangat matang. Apalagi program ini ditanggapi dingin oleh masyarakat Jepang karena banyak orang yang lebih nyaman berkomunikasi dengan teman di dunia maya. Selain itu, aksi bullying di sekolah juga lebih penting untuk diatasi daripada puasa internet.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *