Google Di Gugat Karena Perjanjian MADA

By on May 7, 2014
1140544Google-android-okeh1780x390

Selama ini kita tahu bahwa perangkat Android sangat identik dengan segala macam layanan Google selaku pembuat sistem operasi terbuka tersebut, mungkin anda akan sangat akrab mulai dari search engine, layanan e-mail, sampai layanan video streaming YouTube yang selama ini terus mendominasi.

Dalam gugatan hukum yang dilayangkan perwakilan kelompok atau class-action yang dilayangkan kepada Google pada hari Kamis lalu di Pengadilan Negeri California, layanan-layanan tersebut ternyata dipaksakan oleh pihak Google supaya dimuat oleh para produsen yang akan memproduksi perangkat Android.

Masih menurut gugatan yang dikutip oleh GigaOM ini, cara google memaksa vendor untuk memasang semua aplikasi layanan google adalah dengan membuat perjanjian bernama Mobile Application Distribution Agreement atau yang dikenal juga dengan MADA.

Secara terperinci, isi perjanjian tersebut mengharuskan layanan seperti Google Play Store dan YouTube supaya berada di posisi depan atau berada di posisi strategis pada layar perangkat bikinan produsen Android yang bersangkutan supaya mudah diakses oleh para pengguna.

Gugatan class-action tersebut juga telah menuding bahwa Google telah berhasil mencapai monopoli pasar lewat cara seperti ini. Contohnya saja dalam hal search engine di mana Google akan mendapat pangsa sebesar 87 persen di pasar mobile search. Kondisi ini jelasa sangat kontras dengan pesaing Google seperti Yahoo hanya bisa memperoleh kurang dari 8 persen dari total penggunaan mobile search.

Dalam gugatan tersebut, disebutkan juga bahwa para produsen Android ini tidak melakukan hal tersebut atas dasar sukarela, mereka justru cenderung menuruti permintaan Google ini karena adanya suatu bentuk paksaan yang ditujukan kepada mereka.

Sebagai penggugat, Daniel McKee dari Iowa dan Gary Feitelson dari Kentucky, mengatakan juga dalam gugatannya tersebut mereka menilai bahwa keberhasilan Google tersebut karena konsumen menginginkan akses ke produk Google, selain itu karena posisi kuat Google di pasar AS untuk pencarian berbasis mobile, maka tentu saja Google memiliki posisi tawar yang tidak tertadingi atas produsen smartphone dan tablet.

Gugatan hukum tersebut turut mengklaim juga bahwa harga perangkat Android seharusnya bisa lebih murah seandainya para rival mereka seperti Microsoft dan Yahoo bisa membayar para produsen supaya memperoleh status yang sama seperti Google. Tapi sayangnya Google malah mengharuskan para produsen yang ingin memakai layanannya supaya turut menyertakan Google sebagai alat search standar mereka.

Akhirnya produsen pun tidak memiliki alasan kuat untuk menerima bayaran dari pesaing Google untuk mengganti search engine mereka. Alhasil, beberapa harga perangkat menjadi naik sementara inovasi cenderung mandek dan hanya berkutat pada lingkaran yang sama. Pada akhirnya harga yang lebih mahal ini harus dibayar oleh para konsumen.

Sebagai contoh, perangkat HTC EVO 3D dan Samsung Galaxy S3 yang harganya justru menjadi lebih mahal karena adanya perjanjian MADA tersebut.

3. Perjanjian yang Harus Dipatuhi Vendor Ponsel Jika Ingin Pakai OS Android Google 3

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *