Google Bersaksi di Pengadilan Apple Vs Samsung

By on April 16, 2014
5. Google Bersaksi di Pengadilan Apple Vs Samsung 1

Persaingan ketat antar dua vendor ternama dunia, Apple dan Samsung,  di pasar industri teknologi, kini memasuki babak baru lagi. Sekitar bulan November tahun 2013 lalu, Samsung dinyatakan sebagai pihak yang bersalah atas kasus penggunaan hak paten tablet dan Smartphone milik Apple. Juri Pengadilan California telah memutuskan keputusan tersebut. Pengadilan California menilai bahwa beberapa produk buatan Samsung terbukti telah melanggar hak paten yang dimiliki oleh Apple secara sah. Produk-produk tersebut meliputi beberapa produk Smartphone dan Tablet. Pengadilan kemudian menetapkan kewajiban yang dibebankan pada Samsung untuk membayar denda sebesar 290 juta AS atau setara dengan 3,4 triliun rupiah kepada Apple.

Hingga kini ‘perang’ antar keduanya ternyata belum berakhir. Jika sebelumnya ‘perang’ yang melibatkan Samsung dan Apple tersulat karena adanya dugaan jiplak-menjiplak fitur dan dseain produk handset, kini perseteruan kembali berkobar karena soal sistem operasi yang diusung oleh masing-masing perusahaan vendor tersebut. Google selaku pembesut sistem operasi Android yang juga menjadi sistem operasi langganan Samsung ikut teseret dalam kasus ini.  Wakil presiden Google, Hiroshi Lockheimer, diminta menjadi saksi di acara persidangan konflik antara Apple dan Google. Kali ini, Lockheirmer akan diminta untuk menjelaskan  beberapa fitur pada sistem operasi Android yang menurut pihak Apple fitur-fitur tersebut adalah hasil jiplakan dari fitur-fitur sistem operasi iOS milik Apple.

google, harga samsung, harga ipad, apple vs samsung, apple

Dalam persidangan ini, Apple membeberkan bahwa Samsung telah melanggar 5 paten milik Apple. Kelima paten tersebut adalah fitur slide to unlock, informasi kontak, koreksi huruf pada keyboard, universal search,  dan satu lagi yaitu background syncing data. Kelima jenis fitur di atas dipercaya sebagai fitur-fitur bawaan dari sistem operasi Android yang tak lain adalah sistem operasi ciptaan Google. Lockheirmer sendiri membantah tuduhan tersebut. Menurutnya ia sama sekali tidak pernah menjiplak fitur-fitur yang ada di iOS. Misalnya fitur background  syncing data. Lockheirmer menjelaskan bahwa fitur tersebut sudah ada sejak tahun 2005 di mana iPhone  saat itu belum diciptakan.

Lockheirmer juga menambahkan bahwa Google memiliki identitas sendiri dan pihaknya senang telah memiliki ide-ide dari para petinggi Google sendiri. Baginya, sangat penting untuk memiliki ide sendiri. Pihaknya sendiri sangat bersemangat ketika muncul ide-ide baru untuk kemudian dibuat menjadi objek yang real, tambahnya saat diinterview oleh pihak Cnet Senin 14 April 2014 kemarin.

Hingga sekarang ini masih ada belum ada kabar terbaru terkait dengan kasus perseteruan Samsung dengan Apple. Hasil sidang pun belum keluar. Google seolah-olah menjadi korban ‘perang’ antara Samsung dan Apple. Google sendiri telah lama bekerjasama dengan Samsung. Samsung mengunakan sistem operasi Android yang tak lain adalah produk unggulan Google. Semoga konflik ini segera berakhir ya.

google, harga samsung, harga ipad, apple vs samsung, apple

BACA JUGA:

Qualcomm Mengeluarkan Seri Terbaru dari Snapdragon

Kompetisi World Imagine Cup 2014 Microsoft

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *