Developer Indonesia Komentari Smartphone Android Nokia

By on February 26, 2014
3. Developer Indonesia Komentari Smartphone Android Nokia 1

Jika dulu Nokia kekeh tak ingin gunakan Android sebagai sistem operasinya dan tetap setia pada sistem operasi Windows Phone, sepertinya sekarang Nokia harus menelan ludah sendiri. Pasalnya baru-baru ini Nokia merilis sebuah handset terbarunya yang dinamai Nokia X. Nokia X ini lain daripada Smartphone Nokia lainnya. Nokia X adalah handset Android Nokia pertama. Rilisnya Nokia X dengan OS Android-nya mendapatkan sambutan baik dari para pengguna Nokia. Developer Indonesia juga turut memberi komentar rilisnya Android Nokia ini.  Developer aplikasi Indonesia berharap bahwa Nokia bisa menjadi ‘sumber rejeki’ baru untuk mereka. Selama ini banyak developer aplikasi Indonesia memanfaatkan Nokia Store untuk menambah pundi-pundi finansial mereka. Bagaimana bisa para developer aplikasi Indonesia mendapatkan uang dari Nokia Store? Jawabannya adalah karena Nokia Store adalah satu-satunya yang mendukung pemanfaatan aplikasi yang dibuat oleh para developer aplikasi ini dengan metode potong pulsa. Tak hanya aplikasi saja yang dapat diciptakan oleh para developer aplikasi Indonesia, melainkan juga berbagai konten digital. Metode potong pulsa memang sangat menguntungkan bagi para developer aplikasi asal Indonesia. Pasalnya di Indonesia sendiri, pengguna kartu kredit masih terbilang sedikit. Menurut Abdullah, salah satu developer aplikasi dari Yafi Labs, permintaan konsumen asal Indonesia untuk membeli konten digital atau aplikasi dengan cara potong pulsa jauh lebih tinggi daripada harus menggunakan media kartu kredit.

Kemudian presentase keuntungan yang didapat oleh developer aplikasi pun sangat besar, yaitu 70 persen. Sedang sisanya, 30 persen, akan masuk ke kantong finansial Nokia. Meski prosentasenya lebih sedikit, Nokia tetap mendukung para developer Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan diperpanjangnya promosi aplikasi buatan para developer Indonesia. Untuk menggaet konsumen sebanyak-banyaknya, Nokia juga menempatkan aplikasi-aplikasi karya para developer aplikasi Indonesia di tempat-tempat yang stretagis di Nokia Store. Cara ini tentu sangat berhasil. Kini para developer aplikasi Indonesia mendapatkan hasil ‘panen’ karena ramainya trafik download-an  berbagai aplikasi buatan para developer aplikasi asal Indonesia.

android, nokia, smartphone, developer indonesia

Sebuah perusahaan pengembang aplikasi besutan Adib Toriq, AlgoStudio, kini telah mengoptimalkan aplikasi Blasnote-nya untuk handset Nokia X. Setelah aplikasi buatanya hanya dapat didownload oleh Android, kini Adib Toriq akan mempersiapkan aplikasi untuk handset Nokia X. salah satu cara yang dapat dilakukan oleh developer untuk memaksimalkan aplikasi buatannya pada Nokia X adalah dengan cara menghapus layanan Google yang sebelumnya menyatu dengan aplikasi tersebut. Kemudian aplikasi tersebut dipindahkan ke layanan-layanan milik Nokia.

Sebagai contoh: Jika pada Smartphone Anda terdapat aplikasi Google Maps sebagai aplikasi pemetaan, aplikasi tersebut harus diganti dengan aplikasi pemetaan yang bisa berintegrasi dengan Nokia X, yaitu Nokia Here. Mengapa Google Maps harus diganti dengan Nokia Here? Karena Nokia X tidak dapat mendukung layanan Google Maps dari Google.

android, nokia, smartphone, developer indonesia

BACA JUGA:

Pimpinan NewDailyBiz Di Tekan Samsung

Facebook Beli WhatsApp Seharga 223 Triliun Rupiah

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *