Dampak Yang Akan Terjadi Jika Indosat Dan Telkomsel Ditutup

By on February 20, 2014
Dampak Yang Akan Terjadi Jika Indosat Dan Telkomsel Ditutup

Menkominfo telah bersiap untuk menutup Telkomsel dan Indosat setelah informasi dari Edward Snowden bocor dan mengatakan bahwa kedua operator tersebut  telah disadap oleh  Australia. Bila penutupan tersebut benar-benar terjadi, maka dampaknya akan sangat besar bagi telekomunikasi dan juga perekonomian nasional. Beberapa dampak yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut.

1. Banyak Pengguna Akan Telantar

Saat ini perusahaan Telkomsel telah menguasai lebih dari 50 persen pasar seluler, sedangkan untuk Indosat sendiri sekitar 25 persen sehingga bila kedua operator itu ditutup maka akan ada setidaknya 187 juta pengguna yang kehilangan akses dalam telekomunikasi. Hal ini akan membuat telekomunikasi yang telah menjadi penggerak roda perekonomian selama ini menjadi terganggu

2. 90 ribu BTS Akan Terbuang Percuma

Secara total, Telkomsel memiliki 67.000 BTS di mana sebanyak 24.000 adalah BTS 3G dan untuk Indosat, sampai September lalu telah memiliki 23.207 unit BTS.  Selain BTS  juga akan ada ribuan kilometer jaringan serat optik yang dimiliki Indosat dan Telkomsel melalui Telkom juga akan terbuang secarapercuma. Indosat sendiri memiliki infrastruktur serat optik yang cukup kuat di bagian barat Indonesia. Untuk jalur internasional, pihak Indosat telah bergabung dengan konsorsium Asia America Gateway atau AAG dan Telkom sendiri telah memiliki jaringan serat optik yang lebih merata di barat dan timur Indonesia setelah sebagian proyek Palapa Ring diambil alih oleh pihak BUMN.

3. Pemerintah Akan Kehilangan Rp 1 triliun per Tahun

Pendapatan terbesar Kementerian Komunikasi dan Informatika selama ini adalah berasal dari BHP frekuensi. Bahkan tahun lalau hampir separuh dari Total PNBP yang sebesar Rp 13 triliun datang dari BHP frekuensi.

Untuk frekuensi berteknologi 3G saja, pihak Telkomsel harus mengeluarkan dana Rp 480 miliar per tahunnya, sedangkan untuk Indosat Rp 320 miliar harus dikeluarkan per tahun. Hal itu belum termasuk BHP frekuensi pita lain, apalagi jika ditambah dengan pungutan universal service obligation (USO) yang bisa mencapai 1,25 persen dari pendapatan operator ditambah dengan BHP Jastel 0,75 persen dari pendapatan kotor maka jelas ini merupakan kerugian yang sangat besar.

4. Terhambatnya Implementasi Dari LTE

Bisa dibilang, perusahaan Telkomsel merupakan pelopor dari teknologi long term evolution di Tanah air. Bahkan teknologi dari LTE milik Telkomsel sempat sukses diuji coba  dalam forum APEC di daerah Bali. Selain itu, Indosat yang memiliki 20 MHz di pita 1800 MHz juga memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menggelar LTE.

Bila kedua operator itu akhirnya harus ditutup, maka Indonesia akan semakin tertinggal dalam hal telekomunikasi dan yang paling buruk adalah dikucilkan oleh negara lain. Ha ini tidak hanya berdampak pada industri telekomunikasi, tetapi juga industri lain seperti pertambangan, pariwisata dan perbankan

 YLKI angkat Bicara Soal Penyadapan Telkomsel

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *