Awas Otak Rusak karena Keseringan Buka Internet

By on May 24, 2014
1. Awas Otak Rusak karena Keseringan Buka Internet 1

Semua yang berlebihan pasti mempunyai efek yang tidak baik. Begitu pula dengan penggunaan internet yang berlebihan. Menurut penelitian para ahli dari Inggris, penggunaan internet yang terlalu sering diperkirakan bisa merusak kerja syaraf otak dan membuat otak rusak. Namun hingga sampai saat ini belum ada bukti yang sangat kuat bahwa klaim tersebut benar atau paling tidak mengindikasikan ke hal tersebut. Klaim para ahli tersebut kemudian juga dibantah oleh beberapa pihak yang salah satunya adalah mahasiswi kandidat PhD di University College London.

Mahasiswi yang bernama Kathryn Mills tersebut mengadakan penelitian yang melibatkan paling sedikit 135 remaja pengguna internet ekstrem yang selalu terhubung ke internet dimanapun mereka berada. Hasil penelitian Mills menunjukan bahwa tidak ada tanda-tanda yang membuktikan bahwa prediksi para ahli yang menyatakan bahwa ada resiko kerusakan otak kalau keseringan buka internet. Hal tersebut ia katakan pada sebuah konferensi pers di London dan diterbitkan oleh Daily Mail.

Penelitian Mills ini bermula dari banyaknya penelitian lain yang menyatakan bahwa bisa saja otak rusak karena aktivitas online yang berlebihan. Penelitian yang ia maksud antara lain adalah penelitian tahun 2011 yang dilakukan oleh para ahli saraf dan radiologi di China yang menyatakan bahwa remaja yang online selama 8 sampai 14 jam terbukti mengalami kerusakan otak yang parah. Hal tersebut dibuktikan dengan pengecekan menggunakan scan MRI pada otak para penggila game online.

Para ahli dari China tersebut mengemukakan bahwa kerusakan yang paling parah adalah para gamers yang bisa lebih dari 14 jam berada di depan komputer mereka. Sementara kerusakan tingkat sedang terjadi kepada mereka yang hanya browsing beberapa jam sehari. Scan MRI menunjukkan bahwa ada bagian otak yang terkena dampak dari kegiatan online mereka berupa pengecilan atau pengerutan bagian otak tertentu dan tidak bekerja secara maksimalnya syaraf otak.

Namun Mills dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Trends in Cognitive Sciences membuktikan sebaliknya dan oleh karenanya ia justru semakin ingin tahu bagaimana bisa internet mempengaruhi kesehatan otak. Mills berkata bahwa ia akan melakukan semacam penelitian lagi yang akan menyelediki hubungan internet dengan otak serta hubunganya dengan perilaku dan kognisi para sampel. Hal tersebut untuk membuktikan bahwa kegiatan internet tidak bisa secara langsung membuat otak rusak.

Yang termasuk efek langsung dari internet adalah remaja menjadi malas belajar, menjadi bodoh, tertutup kepribadianya, dan hal-hal semacam itu, namun yang jelas internet tidak akan menyebabkan kerusakan fisik para organ tubuh, kecuali Anda “melemparkannya” kepada para remaja tersebut. Memang diakui atau tidak, efek yang paling terasa dari internet adalah remaja menjadi penyendiri, asyik dengan laptop atau komputernya, dan juga gampang tersulut emosinya.

 otak rusak, internet, gadget, game online, online

BACA JUGA: 

Aplikasi WhatsApp Didelete Dari Windows Store

Office Lens Terbaru Siap Dinikmati

About Tekno Journalist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *