Ambisi Pendiri RIM Ambil Alih Blackberry

By on October 12, 2013
Mike Lazaridis

Peta persaingan ponsel pintar dunia saat ini semakin tajam dengan semakin banyaknya merk besar yang menguasai pasar dengan beragam segmentasi. Beberapa tahun yang lalu Blackberry boleh dikatakan menjadi salah satu produk ponsel pintar yang menguasai pasar ponsel pintar dan menjadi acuan. Di Indonesia sendiri, Blackberry boleh jadi merupakan produk ponsel pintar yang masih cukup populer, tetapi pada kenyataannya prestasi Blackberry di dunia tidak secemerlang ponsel pintar keluaran merk lain. Dengan kata lain, Blackberry boleh dikatakan mengalami keterpurukan terutama dalam beberapa bulan terakhir.

Melihat kenyataan miris ini, para pendiri RIM, yaitu Mike Lazaridis dan Douglas Freign merasa tergerak untuk mengulurkan tangan sehingga perusahaan yang dulu dibangun oleh mereka dengan susah payah tersebut bisa berdiri kokoh kembali. Mike Lazaridis memang baru mundur dari kursi kekuasaan Blackberry pada bulan Mei tahun ini, tetapi ia merasa prihatin dengan kondisi terpuruk yang dialami oleh perusahaan yang dibangun dengan cucuran keringatnya. Ada isyarat yang diberikan oleh Lazaridis maupun Freign mengenai peluang untuk mengakuisisi keseluruhan saham perusahaan pembuat ponsel pintar dengan basis Kanada tersebut dan tidak bisa dipungkiri bahwa rencana ini bisa membawa angin segar bagi perusahaan.

Publik sudah mengetahui kenyataan mengenai 10 persen saham perusahaan RIM yang sudah dikantongi oleh Fairfax Financial Holdings yang merupakan perusahaan investasi dan asuransi dari Kanada. Pihak Blackberry sendiri sudah setuju dengan rencana pembelian dari Fairfax dengan jumlah nominal 4,7 dolar Amerika. Meskipun demikian, Fairfax yang menjadi pemegang saham terbesar Blackberry tersebut masih membuka peluang untuk perusahaan untuk mencari pembeli yang dinilai bagus hingga 4 November.

Dari peluang yang diberikan oleh pemegang saham terbesar tersebut, pendiri RIM mempunyai inisiatif untuk menyelamatkan perusahaan yang mempunyai aplikasi pesan instan yang sangat digandrungi di dunia dan di Indonesia BlackBerry Messenger (BBM). Mereka terlihat serius dengan rencana ini mengingat mereka juga merekrut beberapa penasihat seperti Centerview Partners dan Goldman Sachs untuk memberi bantuan berupa kajian alternatif yang strategis untuk membawa Blackberry ke masa depan yang lebih cerah.

Kedua pendiri RIM ini bahkan juga sudah mengirimkan lembaran 13-D kepada Securities Exchange Comission agar memeprtimbangkan kembali segala pilihan yang ada hubungannya dengan kepemilikan saham Blackberry termasuk saham tanpa batasan yang bisa digunakan untuk akuisisi seluruh saham yang diedarkan oleh Emiten.

Saat ini, Lazaridis dan Freign masih memiliki delapan persen saham Blackberry dan mereka juga masih mempunyai kesempatan besar untuk merekrut investor lain yang bersedia membeli keseluruhan saham Blackberry. Namun, agar mereka bisa mengambil alih kendali perusahaan, mereka harus mengajukan penawaran lebih dari 9 dolar Amerika untuk setiap saham. Kita lihat saja nanti sepak terjang kedua pendiri tersebut dalam upaya menyelamatkan perusahaan yang sempat berjaya ini.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *