Alasan Menghindari Aplikasi Plaform Android Tidak Resmi

By on March 3, 2014
3.Alasan Menghindari Aplikasi Platform Android Tidak Resmi1

Tahun lalu menjadi tahun yang tidak mengenakkan bagi platform Android. Pasalnya, platform ini sangat sering menjadi target empuk program jahat atau yang biasa disebut dengan malware. Fakta ini diperkuat dengan adanya laporan dari firma keamanan Kaspersky.

Pada tahun 2013 lalu terdapat sekitar 98.5% malware terdeteksi dan memang menyasar platform Android. Di sisi lain, dengan tingginya tingkat malware untuk platform ini maka bisa dikatakan bahwa Android memang sangat populer dan tenar. Ditambahkan lagi oleh Kaspesky bahwa sebagian besar malware masuk ke perangkat Android dengn cara bersembunyi.

Itu artinya, malware tersebut akan menyerang aplikasi-aplikasi non resmi atau pihak ketiga. Sebagai pengguna Android, Anda harus berhati-hati jika menggunakan aplikasi dari pihak ke tiga yang buka didapat dari toko aplikasi Play Store. Menurut catatan Kaspersky sendiri, jumlah program jahat atau malware pada tahun 2013 saja sudah mengalami kenaikan yang signifikan.

Bayangkan saja, kenaikan malware mencapai 2 kali lipat. Secara detail, perusahaan antivirus ini menyatakan bahwa terdapat 142.211 sample malware mobile. Tentu saja, angka ini meningkat drastis jika dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya 40.059.

Hal ini merupakan pesan bagi Anda pengguna platform Android untuk tidak selalu tergoda menggunakan aplikasi dari toko aplikasi yang tidak resmi. Fatalnya lagi, malware tersebut seringkali digunakan untuk mencuri uang Anda.

android, aplikasi, smartphone, gadget

Pencurian ini dilakukan dengan cara menyadap kartu kredit, password, dan data pribadi Anda. Hal ini memang tidak mustahil terjadi karena alasan finansial menjadi tren tersendiri dikalangan penjahat cyber. Pelaku kriminal cyber semakin fokus untuk mencari uang sehingga mereka bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan cara yang efisien.

Semakin banyaknya pengguna Android dengan aplikasi yang tidak resmi justru membuat mereka semakin terobsesi untuk mendapatkan uang dengan cara yang ilegal semacam ini. Lokasi serangan juga bervariasi.

Rusia dikatakan sebagai negara dengan pengguna platform Android paling banyak terserang malware dengan angka mencapai 40%. Setelah Rusia, ada India dengan tingkat presentase 8%. Kemudian diurutan ketiga ada Ukraina dengan presentase 4%.

Selain itu Vietnam dan Inggris juga menempati 5 besar negara dengan pengguna platform Android dengan tingkatan 5 besar yang terkena malware. Tentu saja, hal itu menunjukkan bahwa negara-negara tersebut sering menggunakan aplikasi yang tidak resmi dari pihak ketiga dan bukannya melalui Play Store.

Sebagai pengguna platform Android aktif, Anda harus memastikan bahwa semua aplikasi yang Anda gunakan legal dan didownload resmi dari Play Store. Selain itu, Anda juga harus mencari informasi mengenai pengamanan Android sehingga Anda bisa menggunakan ponsel Anda tanpa gangguan.

Paling penting, usahakan untuk tidak menggunakan aplikasi yang sifatnya mencurigakan. Justru aplikasi semacam itu berakibat fatal walaupun sepertinya menarik hati Anda sebagai pengguna Android.

android, aplikasi, smartphone, gadget

BACA JUGA:

Menjadikan LINE 2.0 lebih Cepat Di BlackBerry

Developer Indonesia Komentari Smartphone Android Nokia

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *