Akuisisi Whatsapp Menguntungkan Telegram

By on February 22, 2014
52whatsapp-capai-250-juta-pengguna-aktif

Sejak diakuisisi oleh pihak Facebook, ada laporan yang mengatakan bahwa banyak pengguna WhatsApp yang merasa kecewa dan mengancam akan meninggalkan aplikasi chatting popular yang banyak digunakan orang tersebut.

Ternyata, apa yang katakan oleh banyak pengguna aplikasi WhatsApp itu tidak main-main dan bukan gertakan semata. Tercatat,ada sekitar 500 ribu pengguna WhatsApp telah berhenti menggunakan layanan tersebut dan berpindah ke aplikasi lain yang bernama Telegram.

Ancaman dari pengguna dan keputusan untuk pindah tersebut dikarenakan para pengguna aplikasi WhatsApp merasa tidak lagi aman dan nyaman akan data pribadi serta privasi mereka setelah perusahaan tersebut dibeli oleh Facebook dengan total pembelian seharga USD 19 miliar.

Sebelumnya, Edward Snowden juga pernah mengatakan bahwa ada banyak perusahaan dengan pengguna produk yang berjumlah miliaran telah mengirimkan data-data penggunanya ke pihak National Security Agency atau NSA yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Karena faktor itulah maka akhirnya Telegram seakan mendapatkan durian runtuh karena dibanjiri oleh para pengguna dari WhatsApp.

Telegram sendiri merupakan sebuah aplikasi yang menitik fokuskan pada kecepatan dan keamanan layanan data. Semua data dan pesan yang telah beredar di Telegram akan tersimpan di cloud sehingga para pengguna bisa mengaksesnya dimanapun dan kapanpun dia membutuhkannya.

Layanan ini sebenarnnya telah resmi ditutup di seluruh dunia pada pertengahan Juli 2013 yang lalau tetapi kini Telegram berhasil bangkit kembali. Tepatnya 14 Juli 2013 lalu, telegram akhirnya resmi menjadi barang yang memasuki musium karena keberadaan dan layanannya telah ditutup untuk umum dan para pengguna tidak bisa menggunakannya lagi.

Dengan matinya Telegram saat itu, banyak orang yang sudah terbiasa menggunakannya menjadi sangat kecewa sekaligus merasa bersedih. Tetapi berselang beberapa bulan kemudian, Telegram akhirnya kembali mencuat dan berhasil muncul ke permukaan.

Akan tetapi seperti yang diberitakan dari Tech Hacker. Telegram yang dimaksud kali ini bukan seperti yang dulu pernah berjaya tetapi sebuah aplikasi pengiriman pesan kilat mirip aplikasi lain seperti  KakaoTalk ,WhatsApp, BlackBerry Messenger (BBM) , Line  atau sejenisnya.

Aplikasi bernama Telegram ini menitik fokuskan pada kecepatan dan keamanan layanan data para pengguna. Dengan memakai aplikasi pengiriman pesan ini maka kamu dapat menciptakan grup chat yang berisi lebih dari 100 orang anggota. Dengan menggunakan Telegram, kamu juga bisa mengirimkan video lebih dari 1GB atau juga bisa mengirimkan foto dalam jumlah yang banyak.

Pihak Pengembang dari aplikasi ini juga telah mengklaim bahwa Telegram 100 persen gratis dan tidak akan ada iklan yang menjengkelkan terlihat didepan layar ponsel pengguna. Aplikasi Telegrap  ini sementara baru tersedia pada perangkat berbasis iOS dan Android. Pengembangnya juga telah menjelaskan bahwa belum ada versi Telegrap untuk BlackBerry ataupun Windows Phone.

1. Kekhawatiran Pengguna WhatsApp pasca Facebook Akuisisi WhatApp 3

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *