Moto X, Smartphone Pertama yang Diproduksi di Amerika

By on June 2, 2013
Moto X Smartphone Pertama yang Diproduksi di Amerika-1

Gadget sudah bukan barang asing lagi di tangan manusia. Hampir setiap hari, manusia tidak bisa lepas dari gadget. Hal inilah yang mendorong para produsen gadget untuk berlomba-lomba menciptakan gadget paling canggih dan paling diminati para pengguna. Salah satunya adalah smartphone. Di Indonesia, peredaran smartphone sudah merajalela, bahkan di kalangan kelas menengah ke bawah sekalipun. Hal ini dikarenakan smartphone memang sedang menjadi tren. Selain itu, ada beberapa smartphone yang memang dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau sehingga membuat masyarakat Indonesia semakin meminatinya.

Tidak terkecuali dengan Motorola. Raja dari produsen gadget yang sempat turun pamor ini beberapa waktu lalu mengumukan bahwa pihaknya akan merilis gadget terbaru yang disebut-sebut sebagai X Phone. Smartphone ini menjadi pembicaraan sejak tersiar kabar bahwa Motorola dan Google tengah mengebangkan ponsel misterius. Ponsel super ini diberi nama Ponsel Super “Moto X”

Moto X

Ponsel super ini diperkirakan akan bersaing dengan iPhone di pasaran nantinya. Ponsel hasil kolaborasi antara Google dan Motorola ini mempunyai keunggulan, di antaranya adalah baterainya yang disebut sebagai “battery-friendly sensor technology”. Baterai dengan konsep ini diharapkan nantinya bisa menghemat tenaga dalam pengoperasian perangkat, sehingga baterai bisa tahan lama.

Dibuat di Amerika?

Moto X Smartphone Pertama yang Diproduksi di Amerika-2

Ponsel ini dipastikan akan dibuat di Amerika, tepatnya di Fort Worth, Texas. Pabrik seluas 500.000 kaki ini diperkirakan akan memperkerjakan 2000 karyawan dalam pembuatan Moto X. Dulunya, pabrik ini merupakan pabrik yang sempat dipakai oleh Nokia ketika memproduksi feature phone.

Akan tetapi, meskipun proses perakitannya dilakukan di Amerika, sebagian besar komponen internal masih dipasok dari Asia. Alasan utama mengapa perakitan dilakukan di Amerika adalah untuk menghemat logistik serta untuk mendekatkan diri dengan konsumen. Sehingga permintaan konsumen akan dapat direspon lebih cepat, seperti dikatakan oleh Lam dari iSuppli. Sedangkan menurut Will Moss selaku juru bicara dari Motorola, pihaknya berpendapat bahwa Amerika adalah market mayor mereka, sehingga, melakukan produksi di Amerika akan menguntungkan pihak Motorola karena mereka bisa dekat dengan konsumen kunci serta end user. Produksi di Amerika juga mendekatkan pihaknya kepada para partner.

Sedangkan menurut juru bicara Motorola yang lainnya, Danielle McNally, pihaknya berencana memproduksi Moto X di Amerika karena beberapa alasan, di antaranya adalah begitu banyaknya pengguna smartphone di Amerika (130 juta pengguna lebih), akan tetapi tidak satupun smartphone yang dibuat di Amerika. Hal ini berarti bahwa Moto X merupakan smartphone pertama yang diproduksi di Amerika.

Dennis Woodside selaku CEO Motorola menyatakan bahwa pihaknya optimis mengenai pemasaran Moto X ini. Dia mengatakan bahwa ponsel Moto X ini semoga bisa mengubah nasib Motorola, yang kini tertinggal jauh di belakang Samsung dan Apple.

Well, kita tunggu saja kapan ponser super ini terealisasi.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *