Penggabungan Android dan Windows Phone Hanya Ide Konyol

By on March 22, 2014
_androidvswindows

Kemarin kita sudah sama-sama mengetahui bahwa pihak Microsoft dan juga pihak Google telah sama-sama meminta agar para vendor mereka tidak membuat perangkat dengan fitur dual-boot OS yang selama ini banyak diberitakan akan segera dibuat. Dengan adanya pelarangan tersbeut, mungkin banyak pihak yang menyayangkan sikap kedua raksasa TI tersebut dalam usaha vendornya dalam menyatukan Android dan Windows Phone dalam satu paket smartphone.

Tapi pendapat lain justru datang dari seorang pengamat teknologi Peter Bright dari situs Ars Technica yang mengatakan bahwa perangkat dual-OS, dalam hal ini Android dan Windows Phone, memang kedengarannya sangat canggih dan bahkan sangat keren. Akan tetapi kita ahrus sadar bahwa fitur tersebut hanya akan membuat banyak pengguna menjadi semakin bingung dan merasa kesulitan dengan adanya Android dan Windows Phone dalam satu ponsel pintar.

Seperti yang dikutip dari BGR, dalam lama tersebut Bright berkomentar bahwa aplikasi Google dan juga Microsoft tidak akan pernah saling terhubung satu dengan yang lainnya, bahkan mereka juga tidak akan pernah saling mengakui keberadaan masing-masing dalam sistem yang mereka buat. Tentu saja, yang bicara disinia adalah kompetisi dan saingan bisni utama.

Bright berpendapat bahwa penyatuan Android dan Windows Phone merupakan ide konyo, dan kita juga harus mengakui bahwa pihak Google dengan Androidnya yang telah menguasai sebagian besar sistem ponsel pintar, tentu saja tidak akan mau membuka celah untuk Microsoft mendapatkah hal tersebut, dan sama halnya dengan Microsoft yang tidak akan pernah akan rela pasaran Windows untuk Desktop mereka diambil alih oleh Google.

Secara khusus, bright juga mengatakan bahwa dengan memiliki sistem operasi ganda, maka jumlah aplikasi yang dipakai para pengguna juga akan menjadi dua kali lipat dengan asumsi bahwa mereka akan saling meng-install aplikasi yang sama di dua platform yang berbeda tersebut. Hal tersebut justru akan malah akan memakan ruang penyimpanan internal smartphone tersebut yang saat ini masih sangat terbatas.

Bright juga berkomentar bahwa tidak ada pengguna yang ingin repot-repot harus me-restart perangkatnya untuk terus menerus berganti sistem operasi yang mereka inginkan. Belum lagi jika para pengguna ternyata salah menggunakan sistem operasi di tengah-tengah mengerjakan sesuatu yang sangat penting, tentu itu merupakan kerugian yang sangat besar.

Selain itu, Bright juga mengatakan bahwa smartphone dual-OS yang berisi Android dan Windows Phone akan dinilai lebih berguna bagi para developer aplikasi saja ketimbang oleh pengguna yang awam dan hanya bisa memakai saja. Hal tersbeut dilakukan karena para developer sering kali harus mencoba aplikasi buatan mereka di dua platform berbeda, dan inilah alasannya kenapa para develover lebih membuthkan ini daripada pengguna atau end user.

android_windows_phone

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *