Penamaan Seri Lumia Membingungkan

By on April 8, 2014
1503289Lumia-930780x390

Nokia baru saja mengumumkan tiga smartphone Lumia baru dengan sistem operasi Windows Phone terbaru, yakni Lumia 930, Lumia 630 dan Lumia 635. Tapi sayangnya, cara penamaan Nokia terhadap smartphone Lumia-nya ini ternyata banyak mendapat kritikan dari berbagai pihak.

Nokia sangat konsisten menggunakan angka dalam seri Lumia-nya tersebut, seperti Lumia 800 yang diluncurkan pada November 2011 yang lalu, sampai saat ini Lumia 525 yang diluncurkan Desember 2014 yang lalu. Dalam rentang tiga tahun tersebut, diketahui setidaknya sudah ada 17 seri Lumia yang diberi nama dengan serangkaian tiga atau empat angka dibelakangnya.

Tentu saja, tiap-tiap perangkat ini dilengkapi dengan fitur dan bentuk yang berbeda akan selalu memiliki nama seri yang berbeda pula dari sebelumnya. Belum lagi dengan lini smartphone Asha yang masih memiliki pola penamaan yang sama. Hal ini menurut The Next Web  justru akan membawa kebingungan di tengah-tengah konsumen setianya. Bahkan tidak jarang ini akan mengakibatkan salah persepsi yang akhirnya berujung kepada komplain.

Memang para konsumen yang sudah mengerti akan menyimpulkan bahwa angka lebih besar berarti akan memiliki fitur atau performa yang lebih baik daripada angka yang lebih kecil. Namun sayangnya, mereka akan sangat sulit untuk mengidentifikasi spesifikasi masing-masing seri tersebut, hingga akhirnya mereka harus membaca dan juga membandingkan daftar spesifikasi yang ada untuk memastikan bahwa mereka tidak akan salah dalam memilih.

Hal tersebut tentu saja akan sangat berbeda dengan kepercayaan yang dianut oleh Apple dengan seri iPhone-nya. Memang sampai saat ini, pihak Apple maish menerapkan perspektif brand yang manunggal untuk keseluruhan jajaran iPhone-nya tersebut, begitu juga dengan smartphone-smartphone Android lainnya yang terkadang lebih memilih nama daripada memperkenalkan seri.

Kalau kita melihat secara idealnya, tentu saja dalam satu tahun diluncurkan satu perangkat baru yang memiliki fitur dan spesifikasi lebih baik, maka secara otomatis penamaan perangkatnya pun harus mudah dilacak dan di spesifikasikan fasilitasnya, seperti iPhone 4 dan lainnya. Walaupun demikian, dengan memiliki banyak perangkat berbeda artinya akan memberikan lebih banyak pilihan juga bagi konsumen, tapi sayangnya konsumen secara umum akan sulit membedakan beragam perangkat Lumia tersebut karena seri yang dinilai membingungkan.

Namun, saat ini kekacauan itu sepertinya akan segera diatasi saat Microsoft sudah sepenuhnya mengambil alih penuh divisi perangkat dan layanan untuk Nokia. Tuula Rytila, yang merupakan Marketing Chief Nokia, mengatakan bahwa pihak Microsoft akan membeli lisensi brand Nokia beserta brand Lumia dan Asha sehingga kondisi ini tidak akan terulang lagi.

Sedangkan untuk di lini smartphone, Rytila sendiri mengatakan bahwa pihak Nokia bersama Microsoft akan segera mencari brand yang yang bisa menyatukan seluruh perangkat Lumia dan Windows secara keseluruhan. Sementara di ranah feature phone sendiri, kabarnya Microsoft sendiri akan tetap menggunakan brand Nokia sebagai brand utamanya.

4. Nokia Lumia 1320, Phablet Buatan Nokia yang 'Murah Meriah' 3

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *