Lagi. Pengguna Glass Diserang Karena Kaca Mata Pintar Itu

By on April 14, 2014
5. Kekurangan Google Glass Pada Pendengaran

Lagi-lagi. Kejadian tidak mengenakkan kembali menimpa para pemakai Google Glass di Amerika. Kali ini kejadian yang menggemparkan ini menimpa seorang wartawan yang bernama Kyle Russel, ketika itu Russel sedang mengenakan perangkat Google Glass sehabis meliput sebuah aksi protes terhadap Google di San Francisco Amerika Serikat yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Ketika itu, Russel yang bekerja untuk Business Insider sedang berjalan ke arah stasium kereta di district Mission, sampai akhirnya seorang perempuan tiba-tiba saja berseru dengan nada tinggi sambil berkata Glass!. Tidak sampai disana saja, sang perempuan lalu menjambret kacamata pintar itu dari kepala Russel dan membantingkannya ke tanah.

Russel dan seorang temannya kemudian berusaha untuk mengejar sang perempuan tersebut, namun sayangnya dia berhasil kabur setelah membanting Google Glass yang bersangkutan ke tanah sampai hancur. Nada suara ketika berteriak Glass‘ dan bagaimana caranya membanting mengesankan dia memang sangat berniat untuk merusak perangkat canggih itu,” saat menceritakan kejadian tersebut kepada Mashable. Russel juga menyesalkan kenapa kejadian ini sampai menimpa kepadanya.

Dia menambahkan bahwa sang perempuan tersebut terlihat mengenakan jaket kulit dan juga sepatu bot yang berwarna hitam. Potongan rambutnya di dua sisi kiri dan kanan kepalanya dicukur abis. Berdasarkan penampilan dari sang wanita tersebut, Russel berpendapat bahwa si perempuan bukan bagian dari kelompok orang yang melakukan protes terhadap Google seperti yang dia liput beberapa waktu sebelum kejadian itu menimpanya.

Akibat dari kejadian tersebut, Google Glass milik Russel mengalami kerusakan yang sangat parah setelah dibanting ke tanah. Dia mengatakan bahwa perangkat seharga 1.500 dollar US Dollar itu kini tak merespon suara ataupun sentuhan pada touchpad. Selain itu, terdapat juga beberapa kerusakan parah di beberapa tempat dan sepertinya ini sudah tidak berfungsi lagi. Kata Russel.

Sebelumnya, kejadian ini bukanlah yang pertama menimpa para pengguna Google Glass didunia ini. Sebelumnya juga, pada bulan Februari yang lalu di kota yang sama, Salah satu pengguna Google Glass yang bernama Sarah Slocum juga mengalami penyerangan yang dipicu oleh Google Glass yang dikenakannya tersebut.

Bahkan sempat diberitakan juga seorang develover diusir pihak keamanan saat dia hendak menonton Film di bioskop, walaupun dia sudah meyakinkan bahwa prangkatnya tersebut dalam keadaan mati, tapi petugas keamanan tersebut tetap tidak memperbolehkannya masuk dengan perangkatnya tersebut.

Sampai saat ini, perangkat canggig besutan perusahaan Raksasa IT ini ramai menimbulkan kontroversi terkait soal privasi orang-orang di sekitar pemakai Google Glass. Mereka beranggapan bahwa Google Glass dapat membongkar dan mengganggu privasi mereka. Kebanyakan ornag protes karena perangkat ini dinilai terlalu canggih untuk digunakan masyarakat umum, apalagi jika perangkat ini digunakan oleh orang-orang iseng.

1. Kontroversi Google Glass Seharga Rp. 17 Juta 1

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *