Hati-hati. Google Glass Dijangkiti Spyware Tukang Intip

By on March 21, 2014
1718028googleglass1780x390

Kita juga sudah tahu bahwa tanpa diutak-atik sekalipun kemampaun Google Glass ini sudah dipandang sebagai gadget yang akan mampu mengancam privasi oleh sebagian orang diluar sana. Apalagi jika perangkat pintar milik google ini mampu mengambil gambar secara otomatis tanpa diketahui oleh pengguna para penggunanya ataupun oleh objeknya sendiri. Tentu saja ini merupakan pelanggaran privasi dan pastinya akan banyak orang yang merasa tidak nyaman dengan ini.

Hal itulah yang sangat dimungkinkan oleh sebuah aplikasi spyware buatan dua orang peneliti teknologi Universitas Politeknik Negeri California yang bernama Mike Lady dan Kim Paterson yang telah mengembangkan spyware terbaru untuk disematkan dalam perangkat kacamata pintar ini. Dengan spyware tersebut kabarnya perangkat Google Glass yang dipasangi program tersebut akan mengambil foto orang lain setiap 10 detik secara otomatis tanpa adanya indikasi apapun dan tanpa disadari oleh siapapun.

Sebagaimana dikutip dari ArsTechnica, kabarnya virus pengintip yang akan menyamar sebagai aplikasi note-taking yang bernama Malnote tersebut kabarnya akan menangkap pemandangan yang nantinya akan dilihat oleh si pemakai Glass lalu akan mengunggah gambarnya tersebut ke internet secara langsung. Sementara itu, yang mempunyai perangkat atau pengguna Google Glass tersebut tidak akan pernah sadar bahwa dirinya sedang dijadikan sebagai alat pengintip untuk livestreaming perjalanana kehidupannya sendiri.

Tentu saja kedua pencipta spyware tersebut (Mike Lady dan Kim Paterson) sudah tahu persis bahwa hal tersebut sudah sangat melanggar peraturan yang dibuat oleh Google soal pembuatan aplikasi untuk Google Glass tersebut. Akan tetapi hal tersebut tidak membuat mereka mundur, bahkan mereka maish tetap bisa membuat spyware tersebut dan secara langsung memasangnya di kacamata pintar tersebut.

Walaupun kabarnya pihak google sudah menyeleksi dengan ketat judul-judul yang masuk ke toko aplikasi khusus Glass yang berjudul MyGlass dengan sangat ketat, akan tetapi Malnote masih sempat bisa mejeng di Google Play Store dan bisa dipasang melalui sideloading dalam toko aplikasi tersebut. Untungnya pada saat itu Malnote hanya dibuat sebagai proof-of-concept alias sebagai demonstrasi.

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa spyware tersebut akan kembali menggaris bawahi kekhawatiran masalah privasi orang-orang di sekeliling pemakai Google Glass yang pastinya akan merasa terancam dan merasa terganggu kenyamananya. Makanya tidak heran jika banyak berita yang mengatakan bahwa pengguna Google Glass banyak yang diusir dari temapt-tempat umum seperti bioskop dan lainnya.

Sebelum ini juga, kita semua mengetahui bahwa pada tahun 2013 lalu, seorang analis firma sekuriti Lookout telah menunjukkan metode instalasi malware pada Google Glass hanya dengan menggunakan menggunakan QR-code saja. Setelah itu lalu developer Jay Freeman telah menemukan bahwa Google Glass ini ternyata bisa di-root dan bahkan bisa diambil alih sepenuhnya dengan beberapa metode hacking yang sederhana.

1.Perangkat Kacamata Super Canggih Melebihi Google Glass3

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *