Hampir Semua Malware Bertujuan Menyerang Android

By on May 1, 2014
Android780x390

Selama ini atau bahkan sampai kapanpun, program jahat atau malware masih menjadi momok untuk sistem operasi mobile terbuka besutan Google, yakni Android. Bukan cuma merugikan saja, tapi malware-malware ini bisa sangat merugikan para pengguna bahkan bisa sampai menyebabkan kerusakan yang fatal.

Bahkan menurut sebuah laporan terbaru dari firma riset F-Secure yang juga dikutip dalam laman CNet telah menunjukkan bahwa dari 277 keluarga malware yang hadir di perangkat mobile yang ditemukan sepanjang kuartal pertama tahun 2014 ini, ternyata sebanyak 275 di antaranya atau hampir semua menyasar sistem operasi Android semua tipe.

Dan justru sebaliknya, menurut penelitian F-Secure kali ini yang dilakukan dalam jangka waktu Januari hingga Maret 2014, mengatakan bahwa sistem operasi besutan Apple, yakni iOS dan sistem operasi Symbian masing-masing hanya disasar satu keluarga malware saja, dengan kata lain hampir semua malware menyasar Android dan mencoba menghancurkannya.

F-Secure sendiri menganalisa sampel aplikasi dari toko-toko aplikasi online, berbagai forum pengembang aplikasi, dan bahkan lokasi-lokasi online lainnya yang ditenggarai menjadi tempat berkembangbiaknya malware. Aplikasi yang ditemukan terinfeksi malware ini dikategorikan sebagai keluarga berdasarkan kesamaan kode dan perilaku program yang dihasilkan.

Sampai saat ini, kebanyakan malware yang ditemukan berbentuk itu trojan yang akan berusaha untuk mengirimkan pesan SMS bertarif premium dan setelah itu akan mencuri informasi pengguna sehingga para pengguna benar-benar dirugikan secara financial oleh program ini. Selain itu, menurut kabar yang didapat, sampai saat ini kemampuan trojan untuk menyusup dan bekerja dinilai telah mengalami peningkatan hampir 300 persen.

Sampai saat ini isu keamanan telah lama menjadi bahan perdebatan antara Google dan vendor produk sekuriti yang sama-sama ingin memerangi malware-malware ini dari semua keluarga. Google sendiri sempat menuduh bahwa para vendor ini melebih-lebihkan soal kerawanan Android untuk menjual produk sekuriti mereka sehingga mereka mendapatkan keuntungan berlebih.

Sementara itu, beberapa vendor produk sekuriti balik berargumen bahwa popularitas Android telah menjadikannya sasaran empuk bagi para penjahat cyber untuk mencari keuntungan di sini. Walaupun Google telah menerapkan berbagai mekanisme untuk menangkap malware tersebut dengan toko aplikasi resmi untuk Android, yakni Google Play Store, tapi sayangnya pihak Google dikatahui telah beberapa kali sempat kecolongan.

Kita bisa melihatnya sendiri, mislanya para minggu lalu, dalam Google Play Store telah ditemukan aplikasi malware berbentuk wallpaper yang diam-diam akan mengubah perangkat terinfeksi menjadi alat menambang Bitcoin yang sangat berlimpah.

Maka dari itu, untuk melindungi diri, maka F-Secure sangat menyarankan para pengguna Android supaya menerapkan upaya-upaya pencegahan seperti hanya boleh mengunduh aplikasi dari sumber yang resmi, dalam hal ini Google Play Store, meneliti sebelum memberikan izin akses perangkat untuk aplikasi dan juga menggunakan kunci lockscreen untuk mencegah pemakaian tanpa izin pengguna aslinya.

0306175Maskot-Android-KitKat1780x390

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *