Hambatan Google Untuk Mematenkan Kata Glass

By on April 6, 2014
1147303glass780x390

Sebenarnya tidak aneh apabila sebuah perusahaan besar berusaha untuk mematenkan sebuah brand atau nama produk miliknya sendiri. Tapi yang jadi masalahnya adalah jika brand atau nama yang bersangkutan berupa kata generik yang umum dipakai oleh setiap orang.

Hal itulah yang terjadi ketika perusahaan raksasa Google mencoba untuk mendaftarkan nama Glass sebagai merek dagang mereka, hal ini mengacu pada produk kacamata pintar Google Glass milik mereka yang sekarang ini telah mempunyai populeritas yang tinggi.

Tapi masalahnya, kata Glass ini merupakan kata generik dalam bahasa Inggris yang bisa berarti gelas atau kaca. Jadi akan menjadi hal sulit jika kata ini diklaim Google sebagai merek dagang sebuah produk. Terlebih kata ini umum digunakan beberapa produsen kacamata dunia, perusahaan kaca, kristal, lampu dan biasa diucapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti dikutip dari laman Ars Technica, pihak Google kini telah mengajukan permohonan ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada Juli tahun 2013 yang lalu. Tapi sayangnya, setelah memalui proses yang panjang, ternyata lembaga regulasi tersebut keberatan terhadap permohonan Google dengan dua alasan uta,a.

Pertama, walaupun kata Glass sendiri ditulis dengan font khusus menurut dokumen Google, tapi kata Glass di sini dinilai bersifat deskriptif. Tapi disisi yang lain, ternyata produknya sendiri yang dikenal dengan Google Glass ternyata tidak mengandung kaca sedikitpun, melainkan hanya dibuat dari titanium dan plastik saja.

Kedua, kata Glass ini dinilai terlalu mirip dengan trademark lain yang sebelumnya memang sudah ada sehingga akan berpotensi menimbulkan kebingungan soal hak kepemiliknya sendiri. Meskipun demikian, tapi permohonan merek dagang untuk nama Google Glass sendiri dikabulkan.

Tapi sayangnya, pihak Google tidak menyerah begitu saja. Justru raksasa internet pemilik Android ini menganggapi keberatan Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat dengan melayangkan dokumen setebal hampir 2 ribu halaman yang kebanyakan berisi artikel tentang Google Glass yang mencantumkan kata Glass, hal tersebut untuk membuktikan bahwa popularitas perangkat itu sangat baik.

Selain itu, Google juga berargumen bahwa kalangan konsumen Google Glass pasti bisa langsung mengenali nama perangkat itu sehingga tidak mengalami kebingungan mengenai makna kata Glass yang akan mengacu kepada Google Glass.

Dokumen itu sendiri turut mengutip sejumlah kasus yang terjadi, yakni Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat memberikan hak paten atas produk yang namanya tidak mencerminkan bahan baku yang dipakai, contohnya saja Platinum Micro, yang merupakan nama sebuah perusahaan hardware komputer di Amerika.

Google sendiri sebenarnya tidak perlu memiliki hak atas merek dagang untuk menghilangkan kata Google sendiri dari Google Glass tersebut. Namun, sepertinya tanpa hak paten, perusahaan lain juga bisa memakai kata Glass untuk nama produk mereka dan Google pastinya tak bisa berbuat banyak.

 Dilarang Memakai Kacamata Google Glass Saat Berkendara

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *