Blackberry Gak Akan Jual Smartphone Lagi

By on April 10, 2014
2304095BlackBerry-Office780x390

Kondisi BlackBerry yang terus-menerus mengalami kerugian yang cukup besar pada tiga bulan terakhir yang berlangsung hingga 1 Maret yang lalu, perusahaan tersebut kini melaporkan kembali kerugian sebesar 423 juta dollar AS. Pada kuartal sebelumnya, ternyata angka kerugian tersebut saja sudah mampu mencapai 4,4 miliar dollar AS. Tentu saja ini meupakan sebuah kerugian besar.

Jika kerugian ini terus terjadi dan tidak mengambil langkah penanganan, maka kondisi Blackberry akan lebih mengkhawatirkan dan bahkan harus siap berada di jurang kebangkrutan. CEO BlackBerry John Chen juga mengatakan, bahwa pihaknya berencana akan berhenti memproduksi smartphone lagi. Dia mengatakan kalau dirinya tak bisa mendatangkan uang dari bisnis perangkat seperti beberapa waktu yang lalu, maka Chen mengaku tidak akan terjun lagi di bisnis handset.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh Reuters, Chen juga menambahkan bahwa keputusan untuk melakukan hal tersebut bisa dibuat dalam waktu yang relatif singkat dan bahkan pertimbangan ini akan segera dilakukan. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang rencananya tersebut, tetapi Chen mengatakan bahwa pihak BlackBerry seharusnya bisa segera mendatangkan keuntungan untuk menutupi semua kerugian kemarin, pihaknya mengaku akan sangat puasa dengan cukup mengapalkan 10 juta perangkat per tahun saja.

Jika kita mengingat pada puncak kejayaannya di tahun fiskal 2011 yang lalu, pihak BlackBerry bahkan sanggup mengapalkan 52,3 juta perangkat per tahun tersebut. Chen yang mulai memimpin BlackBerry pada November tahun lalu juga mengatakan bahwa pihaknya masih berminat untuk melakukan investasi atau kerja sama dengan perusahaan lain di industri-industri seperti industri kesehatan, industri keuangan dan hukum yang akan membutuhkan jasa keamanan tingkat tinggi.

Chen mengaku akan membangun tim layanan yang berfokus di keamanan saja. Blackberry akan membangun tim perangkat keras yang berfokus di keamanan dan kami akan melakukan kerja sama dan mungkin merger dan akuisisi untuk meningkatkan keamanan. Chen yang rencananya hendak memfokuskan perusahaan ke kalangan korporat yang menjadi kekuatan tradisional Blackberry sejak dulu.

Semenjak kegiatan memata-matai diungkap ke publik oleh mantan kontraktor NSA Edward Snowden beberapa waktu yang lalu, masalah keamanan informasi memang tengah mendapat sorotan dari kalangan bisnis dan pemerintahan pusat. Chen mengakui adanya kesalahan strategi yang pernah dilakukan para eksekutif terdahulu. Bahkan Chen juga mengatakan sudah menyiapkan rencana jangka panjang dan jangka pendek untuk BlackBerry itu sendiri.

Kepada Reuters, Chen mengatakan bahwa anda harus menjalani hidup dalam jangka-jangka waktu yang pendek dan sekaligus persiapan utuk jangka panjang. Manajemen yang dulu beranggapan bahwa seluruh dunia akan menghampiri mereka harus segera dihilangkan. Chen tak punya kemewahan itu dan kini justru Chen terus-menerus kehilangan uang.

BlackBerry Gulung Tikar Jika Tidak ada Inovasi

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *