BlackBerry Dapat Bangkit Kembali, Asalkan…

By on April 2, 2016
3. BlackBerry Dapat Bangkit Kembali, Asalkan... 2

BlackBerry pernah menjadi raja di dunia gadget beberapa tahun yang lalu. Dapat dikatakan, pengguna gadget bila tidak mempunyai gadget dari BlackBerry, maka akan merasa ada yang kurang. Namun, kini, nama yang pernah besar ini seakan tenggelam dan menghilang. Bahkan, mungkin, saat ini, pengguna dari gadget BlackBerry dapat dikatakan sudah hampir tidak ada lagi.

Salah satu penyebab kejatuhan BlackBerry adalah ketidakmampuan perusahaan ini untuk bersaing dengan inovasi teknologi yang dikembangkan perusahaan lainnya. Samsung dan Apple menjadi pesaing serta penyebab utama hilangnya popularitas perusahaan ini. Mereka berdua berhasil menguasai pasar gadget dengan produk Android mereka. Meskipun beberapa waktu yang lalu, BlackBerry berencana untuk meluncurkan produk Android, tetapi hal tersebut terasa terlambat ditengah kuatnya posisi perusahaan lainnya di pasar.

Meskipun dapat dikatakan riwayat produk gadget BlackBerry berakhir, bukan berarti perusahaan ini benar-benar akan mati. Masih ada ceruk lain yang dapat mereka manfaatkan untuk dapat bertahan bahkan menghasilkan keuntungan besar.

Berdasarkan informasi dari Phone Arena, yang dirilis pada hari Kamis, 31 Maret 2016 yang lalu, software menjadi sektor menjanjikan untuk BlackBerry. Menurut analis TD Securities, Daniel Chan, software merupakan satu-satunya ceruk yang harus dimanfaatkan BlackBerry saat ini.

Chan mengungkapkan BlackBerry sendiri sudah terlihat akan gagal di pasar dan persaingan gadget. Hal ini tampak dari kegagalan mereka untuk meluncurkan produk berbasis Android pada Mobile World Congress (MWC) bulan lalu. Hal ini dipandang oleh Chan sebagai indikasi bahwa BlackBerry sudah mulai menyerah dari persaingan di dunia gadget.

Bukan hanya peristiwa di MWC saja, BlackBerry juga tidak merilis informasi mengenai produk terbaru mereka. Padahal, pada awal Januari lalu, John Chen, Chief Executive Officer (CEO) dari BlackBerry mengumumkan perusahaannya akan meluncurkan produk Android pada akhir tahun ini. Dan, hingga kini, belum ada informasi mengenai kelanjutan dari proyek ini.

Kondisi ini juga diperparah dengan hilangnya dukungan dari beberapa perusahaan aplikasi untuk Smartphone. Mulai dari Facebook yang menarik aplikasi mereka untuk BlackBerry hingga WhatsApp yang juga akan menghilang dari BlackBerry pada tahun ini.

Meskipun begitu, Chan yakin bila perusahaan ini dapat bertahan dan meraup keuntungan dari sisi software. Diprediksi, BlackBerry dapat meraup omzet hingga US$ 1,4 miliar dengan keuntungan sebesar 33 persen. Dengan melakukan ini, BlackBerry juga dapat menghemat biaya untuk Research and Development (R&D) sebesar 50 persen.

Memang, bila melihat keunggulan dari produk yang dirilis oleh BlackBerry, bukan hanya spesifikasinya saja yang tinggi. Namun, mereka juga berhasil membuat Sistem Operasi yang cukup aman dan stabil. Hal inilah yang dapat dimaksimalkan oleh BlackBerry untuk dapat kembali ke persaingan dunia gadget dari sisi yang berbeda.

BlackBerry

About Melisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *