Diduga Bocor, WhatsApp Salahkan Android

By on March 15, 2014
WhatsApp

Setelah kemarin sempat dikabarkan bahwa layanan pesan instannya memiliki lubang keamanan ponsel pintar di Android, pihak WhatsApp langsung menaggapi kabar tersebut dengan mengeluarkan sebuah pernyataan resmi yang dilansir langsung dalam lama website reeminya senidir. Menurut pihak WhatsApp, ternyata temuan tersebut tidak akurat dan dianggap terlau berlebihan.

Setelah kemarin sebuah konsultan keamanan cyber mengatakan bahwa data yang tersimpan dalam kartu memori para pengguna WhatsApp ini bisa diintip oleh aplikasi lainnya karena WhatsApp disebut-sebut menggunakan kode enkripsi yang sama untuk semua penggunanya di dunia.

Selain itu juga, WhatsApp juga menyatakan bahwa update yang belakangan ini rajin dirilis di Google Play Store sebenarnya hanya bertujuan untuk mencegah hal seperti itu terjadi kepada para penggunanya. Akan tetapi seorang konsultan keamanan Bas Bosschert maish tetap mengatakan bahwa walaupun aplikasi tersebut sudah di-update oleh penggunanya, akan tetapi lubang keamanan tersebut masih tetap ada dan berpotensi membahayakan.

Dalam kesempatan yang berbeda, pihak WhatsApp masih tetap berkilah dengan terus mengatakan jika smartphone Android yang sudah terinfeksi virus atau malware jahat tidak hanya data WhatsApp saja yang bisa bocor kepada pihak lain. Akan tetapi semua aplikasi yang menyimpan data di kartu micro-SD juga maish tetap rawan kebocoran.

Kibat dari pernyataan tersebut, akhirnya situs Techcrunch mengatakan bahwa WhatsApp sekarang ini sedang mencoba untuk mengalihkan isu keamanan dari aplikasi miliknya yang sudah diketahui memiliki celak keamanan ke perangkat smartphone Android secara keseluruhan. Situ stersebut juga mengatakan bahwa ini semacam cara unutk menyalahkan Android atas semua lubang keamanan yang dimilik WhatsApp.

Walaupun begitu, Platform Android sendiri memang diakui sedang menjadi sasaran empuk para pembuat malware jahat karena sistem operasi ini sangat populer ditangah masyarakat dan sudah mendunia. Menurut Kaspersky, yang merupakan perusahaan salah satu perusahaan keamanan dan anti virus mengatakan bahwa pada tahun 2013 yang lalu menyatakan bahwa sekarang ini terdapat 98 persen malware yang khusu ditargetkan untuk OS Android di seluruh dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, layanan pesan instan WhatsApp yang baru saja akuisisi oleh Facebook memang mengklaim bahwa mereka tidak menyimpan data percakapan di server-nya sendiri, akan tetapi para ahli keamanan aplikasi dan Internet tetap menyebut bahwa WhatsApp memiliki celah keamanan yang snagat terbuka.

Pernyataan tersebut dikatakan oleh konsultan keamanan Bas Bosschert yang mengatakan bahwa pihak yang tidak berhak ternyata maish bisa mengakses percakapan WhatsApp melalui aplikasi Android yang memang telah dirancang khusu untuk tujuan tersebut membongkar data tersebut.

Menurut Bas sendiri, celah keamanan di WhatsApp tersebut berada pada mekanisme back-up pesan yang memnag sudha secara otomatis terintegrasi di dalam WhatsApp itu sendiri. Fitur ini pada dasarnya dibuat agar mencegah hilangnya data percakapan setelah aplikasinya dihapus ataupun karena dipasang ulang, akan tetapi justru celah itulah yang snagat terbuka sehingga akan menyebabkan para penyusup akan mudah mengambil alih data percakapan tersebut.

whatsapp 2

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *