Blackphone, Ponsel Android Super Aman Dirilis Februari

By on January 18, 2014
3. Blackphone, Ponsel Android Super Aman Dirilis Februari

Banyak dari pengguna Android yang ketar-ketir dalam kemampuan dari smartphone-nya dalam hal menjaga data dan juga informasi yang aman di dalam perangkatnya tersebut. Sadar mengenai hal seperti itu, sebuah gadget yang dilengkapi dengan fitur keamanan kelas tinggi yaitu Blackphone akan dirilis ke publik pada gelaran MWC (Mobile World Congress) pada bulan Februari mendatang.

Smartphone canggih ini lahir karena kerjasama diantara Silent Circle dan juga Geeksphone. Smartphone Blackphone ini merupakan sebuah smartphone yang berbasis Android dengan tipe keamanan bernama PrivatOS dimana beroperasi secara independen.

Dengan mengadopsi dari PrivatOS ini, maka para penggunanya dijamin nantinya akan lebih aman dalam melakukan berbagai macam kegiatan di ponselnya. Blackphone ini juga telah mendukung SMS, penyimpanan, olah berkas, dan juga panggilan video dengan aman.

Namun sayangnya, perusahaan ini masih belum mengungkapkan dari spesifikasi mengenai smartphone Blackphone ini beserta harganya. Tetapi, Anda sudah bisa mengunjungi situs resminya untuk bisa mendapatkan informasi yang terbaru tentang smartphone Blackphone ini.

Seiring dengan kemajuan popularitasnya yang selalu menanjak naik, smartphone yang sudah beredar di pasaran ini pun tidaklah luput dari ancaman serangan. Sejumlah dari pihak yang memang tidaklah bertanggungjawab terus berusaha untuk mencari sebuah celah kemanan dalam melancarkan aksi kotornya.

blackphone, android, smartphone, gadget

Bukan hanya sebuah ancaman saja yang datang dari pihak luar, bahkan pihak Google juga sempat menghapuskan fitur privasi Android ini dengan sengaja dalam beberapa waktu yang lalu. Padahal memang fitur ini diciptakan dalam usaha menangkal dari masuknya aplikasi yang bisa mengumpulkan informasi yang sifatnya pribadi seperti contohnya daftar kontak dan juga lokasi dari pengguna.

Masalah seperti ini terungkap dalam sistem operasi mobile hasil besutan Google 4.2.2. Merespon dari tuduhan ini, perusahaan raksasa pencarian ini berdalih bahwa fitur itu telah terhapus dikarenakan sebuah insiden.

Menurut Peter Eckersley selaku Technology Projects Director dari EFF (Electronic Frontier Foundation) mengatakan bahwa kami meragukan dari penjelasan tersebut, dan dengan adanya alasan apapun bukanlah berarti bahwa mereka boleh menghapus fitur itu.

Lebih lanjut lagi Eckersley juga mengatakan bahwa agar pengguna dari smartphone ini bisa terbebas dari ancaman kemananan seperti itu, dia menyarankan kepada para penggunanya untuk bisa memperbarui sistem operasinya ke versi Android yang lebih baru yaitu KitKat 4.4.2.

Berdasarkan dari data IDC (International Data Corporation), bahwa Android ini sudah terpasang di 81 % smartphone yang ada diseluruh dunia. Sementara itu iOS hanya mencatat penggunanya di pasar sebanyak 12,9 %.

Privasi dan juga keamanan yang ada di smartphone ini sudah menjadi fokus yang paling utama. Di bulan November 2013 lalu, Google telah menyepakati untuk membayar ganti ruginya sebesar USD17 juta dari tuduhannya menggunakan file digital khusus untuk dimanfaatkan dalam melacak perilaku dari pengguna smartphone pada saat mengakses peramban.

blackphone, android, smartphone, gadget

BACA JUGA;

Awas Menyesal Salah Membeli Smartphone, Lakukan Tips Membeli Smartphone Dibawah ini

Rumor Mengenai Saingan Baru Android, Tizen?

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *