Android Filter Ribuan Kata Terlarang Nan Vulgar

By on December 6, 2013
3.Android Filter Ribuan Kata Terlarang Nan Vulgar 1

Tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah kepemilikan layar sentuh smartphone semakin meningkat akhir-akhir ini. Peningkatan tersebut nyatanya tidak dianggap sebagai suatu hal yang baik. Nyatanya, pihak Google merasa sedikit was-was. Google pun akhirnya memutuskan untuk membekali system operasi Android untuk membatasi penggunaan kata-kata vulgar yang sering muncul baik secara sengaja, ataupun salah ketik (typo).

Dengan pembekalan ini, sang robot hijau besera dengan system operasinya tidak akan memunculkan kata-kata yang memiliki hubungan erat dengan istilah-istilah porno atau bahkan slang words. Dilansir oleh Tomshardware pada hari Rabu lalu tanggal 4 Desember 2013 di majalah Wired, Google memiliki lebih dari 1400 daftar istilah terlarang.

Pembatasan ini memiliki fungsi seperti ini. Apabila Anda dengan sengaja, atau bahkan tidak sengaja, mencoba untuk memasukkan dan mengetik salah satu atau dua kata yang sudah masuk di dalam list kata terlarang, maka system autocomplete di ponsel tidak akan mengenalinya. Beberapa kata yang masuk ke dalam istilah terlarang di antaranya adalah ‘genitalia,’ ‘coitus,’ ‘lovemaking,’ preggers,’ ‘panty,’ demerol’ dan masih banyak lagi.

 

Beberapa kata tersebut di atas hanyalah sedikit contoh dari kata-kata yang masuk ke dalam list terlarang Google. Kata-kata tersebut, dan juga 1400 kata terlarang lain, masuk ke dalam bagian dari 165.000 kata di kamus yang sepertinya muncul di source code yang dimiliki oleh KitKat, versi teranyar dari system operasi Android.

Direktori yang terlarang juga memasukkan kata seperti ‘butt’ dan ‘geek’, semua dari 7 kata-kata kotor buatan George Charlin, beberapa kata yang mengandung unsure homophobia dan misogyny, dan beberapa kata yang berhubungan dengan sub genre porno atau beberapa istilah medis yang aneh dan berhubungan dengan fetis. Bukan suatu hal yang mengherankan apabila sebelumnya di artikel ini kata ‘genitalia’ dilarang, bersamaan dengan beberapa kata lain seperti ‘thud’ dan juga ‘LSAT.’

Walaupun demikian, filter ini masih bisa dinonaktifkan di Google Keyboard settings, dan akan membuat semua huruf-huruf terlarang tadi bisa digunakan dan tersedia untuk autocomplete. Seperti yang bisa Anda bayangkan, apabila Anda mematikan fitur filter ini, maka berbagai bahasa kasar dan rasis akan bermunculan.

Sampai detik ini, Google masih enggan untuk memberikan komentar terkait dengan berita tersebut. Tapi terlihat dengan jelas bahwa hingga detik ini, Google terus mengupdate kata-kata kasar di dalam list kata-kata terlarangnya. Ini mungkin berhubungan dengan apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Seperti kebanyakan orang bilang, kata-kata yang ada di kamus, dan digital media, bisa menjadi isu politik dengan cepat. Beberapa grup Anti-bullying contohnya, dengan sukses melobi OED atau Oxford English Dictionary dan Microsoft Office untuk memasukkan kata ‘transphobia’ ke dalam edisi mereka berikutnya.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *