Aksi Canggih Google Untuk Memerangi Pembajakan

By on April 8, 2014
1205362android-top-app780x390

Saat ini, Google tampaknya sudah sangat gerah dengan maraknya pembajakan aplikasi yang beredar di Play Store, yang merupakan toko aplikasi miliknya. Untuk itulah akhirnya Google menyiapkan software khusus untuk memerangi aplikasi-aplikasi bajakan tersebut supaya tidak terus menjamur dan merugikan perusahaanya.

Kita pasti sering sekali melihat jika satu aplikasi menjadi sangat populer di Play Store, maka secara otomatis aplikasi tersebut akan memunculkan berbagai aplikasi lain yang serupa dan sangat terlihat hasil jiplakannya dan seolah sangat ingin mendompleng popularitas aplikasi yang sukses di Play Store. Sebagai contohnya adalah aplikasi game Flappy Bird yang banyak sekali versi tiruannya.

Seperti dilansir dalam situs Droid-Life mengatakan bahwa pihak Google sedang mematenkan metode yang bisa digunakan untuk mengenali dan mengendalikan aplikasi bajakan tersebut. Salah satunya adalah dengan metode multilayer yang akan bekerja dengan beragam proses dengan cara membandingkan kode pemrograman aplikasi yang asli dengan aplikasi-aplikasi tiruannya.

Software yang telah didaftarkan sejak Juli 2013 tersebut dikali akan mampu me-rating tingkat kesamaan kode pemrograman antar-aplikasi yang lainnya. Jika tingkat kemiripan dinilai sangat tinggi atau bahkan ditenggarai sebagai hasil jiplakan, maka aplikasi ini secara otomatis akan disaring lagi berdasar tanggal rilis yang terdahulu.

Setelah diketahui, pihak Google kemudian akan menghapus aplikasi yang mirip dengan waktu rilis yang lebih baru karena akan dianggap sebagai aplikasi peniru aplikasi lama yang sudah ada sebelumnya di dalam  Play Store. Namun, saat ini Google masih memiliki cara lain untuk mengenali kode open-source yang memang boleh digunakan siapa saja, walaupun masih belum efektif memerangi penmajakan ini.

Metode terbaru ini rencananya akan segera diterapkan ke toko aplikasi Google Play Store dalam waktu dekat. Namun, sampai saat ini belum pasti kapan Google akan mulai memberlakukannya karena sistem ini masih dalam tahap penyempurnaan.

Selain beredar di Play Store, ternyata aplikasi Android bajakan juga banyak sekali dijual di toko aplikasi non-resmi milik Google atau di luar Play Store. Pada awal minggu lalu, kita sudah tahu bahwa pemilik situs AppBucket dan Snappzz Market sudah dituntu hukuman limat tahun penjara karena dinilai telah menyebarkan aplikasi Android bajakan di toko online mereka.

Dalam persidang yang di gelar di pengadilan New York, kedua terdakwa, yakni Nicholas Anthony dan Thomas Allen Dye yang ditangkap pada 24 Januari lalu dinyatakan bersalah karena telah menyebarkan sekitar satu juta aplikasi Android bajakan melalui online market Appbucket dan divonis hukuman 5 tahun penjara.

Toko aplikasi online Appbucket sendiri memang diketahui melakukan praktik ilegal menjual aplikasi bajakan pada tahun 2012 yang lalu. Pada saat itu, pemerintah AS kemudian menutup toko aplikasi tersebut dan akhirnya menangkap orang-orang yang berada di baliknya.

root-android-wallpaper

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *