Polemik Penyatuan Android dan Windows Terus Bergulir

By on March 22, 2014
asus-transformer-book-duet-td300

Rencana Asus untuk memperkenalkan perangkat mobile dengan dua sistem operasi, yakni Android dan Windows, nampaknya sudah dipastikan akan terhenti. Hal tersebut karena pihak Microsoft dan juga Google sama-sama tidak menginginkan sistem operasi mereka berada dalam satu perangkat yang sama.

Pihak Asus sendiri seperti diberitakan oleh The Wall Street Journal terus mendapat tekanan dari pihak Google dan juga Microsoft unutk menunda produksi laptop Transformer Book Duet TD300 yang akan memiliki fitur dual-boot, yakni Android dan Windows. Laptop TD300 diperkenalkan pihak Asus di ajang Consumer Electronic Show pada Januari 2014 yang silam.

TD300 tersebut kabarnya dikembangkan oleh Asus berdasar pada tablet Transformer mereka. Mereka mengakui bahwa tablet tersebut telah dimodifikasi dengan cara menambahkan papan ketik fisik atau keyboard sehingga modelnya akan menyerupai seperti laptop pada umumnya.

Tentu saja pihak microsoft memiliki alasan yang sangat kuat mengapa mereka tidak ingin berbagi ruang dengan Google dalam satu perangkat yang ada. Alasan utamanya adalah Google masih dianggap sebagai musuh utama yang bisa saja menggerogoti bisnis desktop dan juga laptop yang selama ini dikuasai oleh pihak microsoft.

Sementara itu, pihak Google sendiri membuka hatinya untuk berbagi ruang dengan Windows untuk mewujudkan impian dual-boot tersebut. Akan tetapi khusus di perangkat Transformer Book Duet TD300 tersebut, pihak Google secara khusus menuntut agar Asus menggunakan Android murni. Yang berarti tidak melakukan modifikasi apapun pada Android yang digunakan pada perangkat canggih tersebut.

Selain pihak Asus sendiri, sebenarnya produsen prosesor Intel pun kabarnya turut dirugikan dengan terhambatnya produksi laptop yang akan menjalankan Android dan Windows ini. Pihak Intel saat ini sedang berusaha untuk memperluas pasarnya ke ranah mobile dengan memproduksi prosesor khusus untuk smartphone dan juga tablet.

Produk yang akan menjalankan dua sistem operasi sekaligus seperti Transformer Book Duet buatan Asus tersebut diyakini Intel bisa sangat menarik perhatian konsumen yang ingin bekerja sekaligus ingin juga bersantai dengan perangkat mobile mereka. Aplikasi yang berorientasi PC bisa dijalankan dengan Windows yang selama ini memang biasa digunakan, sementara aplikasi mobile bisa saj dinikmati dengan sistem Android yang saat ini tengah populer didunia.

Intel juga sebelumnya telah menjalin kerja sama yang sangat erat dengan Microsoft di pasar PC dunia. Akan tetapi kesuksesan Windows di pasar PC dan juga notebook tidak diikuti dengan kesuksesan mereka di pasar smartphone dan juga tablet. Harapan Intel sendiri sebenarnya juga diletakkan pada perangkat yang akan menjalankan dua sistem operasi tersebut yang dinilainya akan lebih menguntungkan.

Prosesor buatan Intel dengan arsitektur x86 juga telah dirancang agar mampu berjalan dengan baik di sistem operasi Android supaya mampu bersaing dengan prosesor berarsitektur ARM. Selain itu, usaha Intel juga dilakukan dengan cara merilis firmware yang akan mendukung Windows dan Android sekaligus.

original

About Techno Freak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *