7 Tips Menghasilkan Foto Sempurna dengan Teknik Strobist

By on October 16, 2013
4.7 Tips Menghasilkan Foto Sempurna dengan Teknik Strobist 1

Ada banyak macam teknik memotret. Salah satunya adalah Strobist. Tapi, apa itu Strobist?

Strobist adalah teknik memotret dengan lampu kilat terpisah. Lampu kilat atau flash tidak terpasang pada kamera, tetapi digunakan layaknya lampu biasa. Teknik ini bisa dilakukan dengan kamera SLR atau DSLR. Dan, biasanya, menggunakan lebih dari 1 lampu flash.

Peralatan yang dibutuhkan tidak terlalu sulit untuk ditemukan. Kamera DSLR/SLR merupakan alat utama. Lampu flash bisa disambung dengan Trigger untuk menyelaraskan dengan momen saat anda menekan tombol Shutter pada kamera.

Selain itu ada peralatan tambahan yang dapat mendukung teknik ini, seperti Transmitter Trigger tanpa kabel, Rceiver Trigger untuk meletakkan lampu flash, Umbrella Reflector, Snoot. Honeycomb dan Softbox.

Untuk menggunakan teknik ini, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan.

1.     Posisi Lampu Flash

Gunakan light stand untuk mempermudah menggunakan flash. Bila anda menggunakan lebih dari satu flash, tempatkan satu posisi didepan objek secara menyamping. Dan, satu posisi di belakang objek.

2.     Tujuan Pemotretan

Posisi flash juga berhubungan erat dengan hasil yang ingin Anda dapat. Posisi flash disamping akan memberikan sumber cahaya dari samping demikian pula di posisi belakang. Posisi flash di belakang akan membuat rambut model terlihat menyala.

3.     Cahaya Lingkungan

Untuk melakukan hal ini, anda perlu mengatur Ambient Exposure atau cahaya di sekitar tempat anda memotret. Anda bisa melakukannya dengan mengatur Shutter Speed. Bila anda mengatur pada level rendah, maka cahaya latar belakang akan lebih terang. Dan, untuk level tinggi, cahaya lingkungan akan lebih gelap.

4.     Waktu

Penggunaan Shutter Speed pada teknik Strobist tergantung pada waktu pemotretan. Pada waktu malam, Shutter Speed rendah agar banyak cahaya yang masuk sedangkan siang kecepatan tinggi agar tidak terjadi over exposure. Sayangnya, kebanyakan flash hanya bisa digunakan untuk kecepatan 1/200.

5.     Kontrol Ambiet Exposure

Pilih Aperture besar (f kecil) untuk mendapatkan banyak cahaya dan Aperture kecil (f besar) untuk mengurangi cahaya yang masuk.

6.     Warna Langit

Untuk mendapatkan warna langit yang bagus, gunakan Aperture kecil (f/10 – f/22). Tapi, anda juga harus menggunakan flash. Tanpa flash, warna langit akan bagus, tetapi, objek terlihat gelap. Konsep ini juga bisa anda gunakan untuk membuat foto HDR.

7.     Jarak Flash ke Objek

Semakin dekat, maka semakin terang cahaya pada objek. Jadi, atur jarak untuk membuat pencahayaan yang seimbang.

Teknik Strobist sebenarnya dibuat untuk mengatasi masalah saat anda kesulitan membawa pencahayaan studio ke luar ruangan. Dan, yang lebih baiknya, teknik ini bisa digunakan dimanapun, dalam maupun luar ruangan.

Bila anda tertarik, anda bisa membeli flash dengan harga sekitar ratusan ribu. Banyak Trigger yang dijual dibawah 300 ribu. Sedangkan Umbrella Reflector dan Mini Softbox bahkan tersedia dengan harga puluhan ribu.

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *